Luar Biasa Konser Mengenang Musisi Chrisye
Geisz Chalifah (kedua dari kiri) menjelaskan tentang konser Musik Tribute to Chrisye, Jumat malam (29/3).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Konser musik bertajuk Tribute to Chrisye malam tadi digelar di Pasar Seni Ancol, Jakarta.  Konser  yang digelar untuk mengenang 12 tahun wafatnya musisi yang melegenda Chrisye itu bernuansa lain. Yaitu lagu-lagu pop Chrisye diaransemen dengan apik dan diberi sedikit sentuhan Melayu.
 
  Tidak heran kalau artis yang tampil adalah para artis penyanyi Melayu yang tiap tahun tampil di Jakarta Melayu Festival (JMF).  Seperti Eri Suzan, Nong Niken, Shena Malsiana, Darmansyah, Tom Salimin, Alfin Habib, Takaeda, dan lain-lainnya. 
  
   Lagu-lagu Chrisye sangat akrab di telinga di era 80-an.  Lagu-lagunya khas dan berciri cinta remaja. Ali Topan Anak Jalanan adalah film remaja yang sound tracknya dinyanyikan oleh Chrisye menjadi tonggak kepopuleran Chrisye. 
   
   Malam tadi, lagu-lagu seperti Merpati Piutih, Badai Pasti Berlalu, Cinta, Kisah Kasih di Sekolah, Selamat Jalan Kekasih, dan Sakura dalam Pelukan, dinyanyikan dengan apik. Penonton larut dengan irama pop dan menghentak dengan sedikit bumbu Melayu. 
   
   Produser acara yang juga pendiri Gita Cinta Production, Geisz Chalifah,  dalam pengantarnya mengatakan konser musik Tribute  to Chrisye ini adalah hasil kerja bareng Ancol, K2C, dan Jakarta Melayu Festival. 
   
   “Penggagas utama konser Chrisye ini sebenarnya adalah Ferry Mursyidan Baldan. Bersama dengan Komunitas Kangen Chrisye, maka konser mengenang Chrisye sudah  beberapa kali dilaksanakan. Jadi penggagasnya adalah Ferry Mursyidan Baldan. Saya hanya pelaksananya saja,” kata Geisz.
   
   Hadir menyemarakkan  acara adalah jajaran direksi PT Pembangunan Jaya Ancol seperti Dirut Paul Tehusijarana, Bertho Darmo Poedjo Asmanto. Dari kalangan luar, hadir sejumlah tokoh-tokoh alumni HMI seperti Sofhian Mile, Syamsuddin Ch Haesy, Ade Adam Noch, Asnawi Hamid, Surya Darma,  Komaruddin Rachmat, Agus Salim,  Moh Bahri, Nini Angraeni, Mirza Iskandar, Jamila A Gani, Jumrana Salikki, dan lainnya.  
   
   Hadir pula komunitas Isafis dan Ikatan Alumni Jayabaya, yang ikut goyang di pelataran depan panggung. Yang luar biasa, lagu pop bahkan membuat hadirin ikut bergoyang. 
   
   Apa hubungan Jakarta Melayu Festival dengan konser Chrisye? Geisz Chalifah mengatakan, Jakarta Melayu Festival itu diadakan sudah ke-9 kali berturut-turut. Tahun ini adalah tahun ke-9, tepatnya selalu di bulan Agustus. 
   
   “Kita angkat energi kemerdekaan Indonesia dalam festival budaya namanya Jakarta Melayu Festival. Nah,Chrisye adalah seorang legenda.  Jadi karena sudah legenda, maka lagu-lagunya sangar layak diapresiasi oleh berbagai genre,” kata Geisz. 
   
   Komunitas Kangen Chrisye (K2C) yang berdiri tehun 2012 itu menjadi kelompok yang konsisten  mengangkat karya, kisah, dan kesuksesan Chrisye. Ketuanya, Ferry M Baldan dalam berbagai kesempatan pun tak henti mengingatkan kesuksesan sang legenda. 
   
   Buku seri tentang Chrisye sudah diterbitkan dan film kisah hidup Chrisye pun sudah ditayangkan. Bicara tentang musik dan musisi, Chrisye adalah musisi yang paling sukses di blantika musik Indonesia. (lms)

Ini Catatan Geisz Chalifah tentang Konser Musik Tribute to Chrisye

Sebelumnya

Ingat, KonserTribute to Chrisye di Ancol Digelar Besok Malam

Berikutnya

KOMENTAR ANDA