Anak Jalanan 80-an Berkumpul di Pasar Seni Ancol
Geisz Chalifah
KOMENTAR

Geisz Chalifah
(Mantan Aktivis HMI Jakarta)

SEBUAH  lagu berjudul “Anak Jalanan”, dibawakan oleh Chrisye sebagai sound track Film Ali Topan Anak Jalanan. 

Bermula dari novel Teguh Esha bercerita tentang anak muda yang mengalami keretakan sosial, ada jarak antara jiwanya dengan institusi sosial baik itu sekolah maupun keluarga. 

Novelnya walaupun bercorak pop namun relatif bagus dalam menggali keresahan anak muda di kota besar (Jakarta.) Namun relatif gagal ketika mengalami proses ekranisasi (adaptasi dari buku ke film). Diperankan oleh Junaedi Salat dan Yati Oktavia. 

Junaedi Salat sosoknya sama sekali tak mengambarkan karakter Ali Topan. Terlalu lugu  dari segi tampilan wajah,  belum lagi pendalaman karakter yang mentah, Junaedi tak berhasil “mengawinkan” dirinya dengan sosok Ali Topan. 

Namun apa pedulinya anak muda saat itu dengan film yang tak berkesesuain. Ali Topan saat itu sebagai novel telah berhasil memotret kehidupan anak muda. 

Keresahan mereka menjadi pemberontakan,  ngebut-ngebutan di jalan, bolos dari sekolah, menggunakan bahasa preman dalam percakapan sehari-hari.  Bukan sekadar kenakalan tapi ekspresi  dari keresahan terhadap situasi yang dihadapi.  Terpotret dengan baik oleh Teguh Esha. 

Lagu itu diciptakan oleh Guruh Soekarno yang kemudian menjadi hit.  Motor trail, rambut gondrong acak-acakan, lengan baju dilinting keatas, kancing baju sedikit terbuka, dan kerah menaik keatas plus walkman di kuping dan hidup sebisanya melanggar aturan adalah ciri yang menonjol dalam gerak kaum muda saat itu yang tak jarang di sebut Crossboy. 

Kini puluhan tahun berlalu mereka anak jalanan itu sudah ada yang memiliki cucu. Sudah menjadi manusia dengan tanggung jawab sosial, di kalangan alumni Gambir (SMA 7 dan 4) maupun anak Bulungan. (6, 9 dan 11. )  Berbagai kelompok  alumninya  memilki pengajian rutin, ada pula yang jadi ustadz. 
Demikian pula para alumni lain seperti alumni  Boedoet, Captoen dsbnya. 

Mereka kaum muda  pemberontak dimasanya yang menjadikan jalanan sebagai sekolah di luar institusi resmi akan  berkumpul bernostalgia bersama. Mengenang masa ketika hidup hanya sebatas keinginan saat itu dan hari itu.

Anwar Fauzi bersama Seroja Band akan mengulik lagu dengan  aransement baru,  menjadi liar, nakal dan tentu saja mempesona.  Jelas akan tersaji di Konser Tribute to Chrisye pada Jumat 29 Maret 2019 di Pasar Seni Ancol.

Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian.. 

JOKOWI VS PEOPLE POWER

Sebelumnya

Prabowo dan Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gelitik