Relawan KAPAS Bergerak Diam-Diam  Menangkan Prabowo-Sandi
Warga bersama relawan KAPAS di Pulo Sari Kabupaten Sukabumi, Selasa. P
KOMENTAR

TILIK.ID, Sukabumi — Relawan pendukung Capres nomor 02 Prabowo Sandi yang menamakan diri Kolaborasi Aktivis Prabowo Sandi (KAPAS), sebulan terakhir menembus desa-desa terpencil di Jawa Barat.  Setelah beraksi di Cianjur, Sumedang dan Lembang, hari ini menembus dua titik di Kabupaten Sukabumi. 

Besok, menurut rencana, tim relawan KAPAS yang dipimpin Sofhian Mile akan beraksi di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Setelah itu, akan kembali ke Jakarta dengan mampir di Kabupaten  Bogor. 

KAPAS menggunakan dua kendaraan of road  dari Jakarta menuju Sukabumi sejak pagi tadi. Jam 12.00 tiba di Desa Pulo Sari dan langsung bertemu masyarakat yang kebanyakan emak-emak dan pemuda. Bahkan ketua pemuda dari kampung sebelah,  Dim, ikut bergabung.

Dari 60-an warga RT yang didatangi secara mendadak oleh tim KAPAS menyatakan terima kasih telah mendapat perhatian dari relawan Prabowo Sandi.  
Ketua RT pun mengaku tidak menyiapkan pertemuan karena didatangi secara mendadak.

Meski  mendadak, pertemuan dengan warga  berlangsung dengan  baik. Kursi-kursi pun secara cepat tersedia. Karena tiba-tiba didatangi, banyak emak-emak yang masih di dapur langsung datang di halaman rumah Pak RT. 

Ada  pula emak-emak yang baru mau mandi terpaksa membawa handuk sebagai penutup kepala, datang ke pertemuan. Tidak banyak yang disampaikan Sofhian Mile. Karena tujuannya salah satunya mengedukasi warga dalam proses demokrasi Pilpres 2019 itu.

“Terima kasih banyak atas sambutan dan penerimaannya. Kami sebenarnya tim pendukung yang bergerak sendiri. Tim yang tidak resmi bergerak secara bebas sesuai dengan kemampuan kami,” kata Sofhian Mile.

Sofhian juga minta maaf karena tiba-tiba datang ke Desa Pulo Sari ini secara mendadak, tanpa pemberitahuan dan perencanaan. “Tapi itulah kami bergerak secara senyap,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya turun karena tanggung jawab atas kondisi dan situasi pada bangsa ini. Sebentar lagi kita  menghadapi pemilihan presiden, maka momentum ini  kita hadir untuk memenuhi tanggungjawab untuk perubahan. 

“Perubahan bangsa ini dimulai dari masing-masing dari kita. Kita tidak sekadar memilih calon presiden, memberikan hak suara untuk pilihan kita, tapi juga menjaga suara-suara kita agar tidak hilang, tidak beralih, dan tidak dimanipulasi,” kata Sofhian Mile. 

Relawan lain, Jumrana Salikki memompa semangat emak-emak dan kalangan pemuda setempat. Jumrana mengatakan, emak-emak sekarang ini ikut merasakan bagaimana dampak dari kebijakan-kebijakan yang ada. 

“Karena itu mari kita sama-sama penentukan pilihan secara cerdas pada 17 April 2019 mendatang. Salah memilih lima tahun kita menyesal,” kata Jumrana.

Kepada emak-emak, Jumrana mengajak untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang. Gunakan hati nurani dalam memilih, bukan karena pemberian. Kalaupun ada yang memberi boleh ditolak tapi hati nurani jangan goyah.

“Ingat kalau 17 April 2019 ini salah pilih, maka mau mengharap kemana lagi. Mau lari kemana ketika semua telah jatuh ke tangan orang lain,” ujarnya. Relawan KAPAS yang turun menemani Sofhian Mile antara lain Ninik Anggraeni, Jumrana Salikki, Kasma Kasim, Mirza Iskandar Muda, dan Acil. (lms)

Soal Surat Suara yang Dibakar di Papua, Bawaslu Tunggu Laporan dari Bawah

Sebelumnya

Publik Berhak Mendapatkan Akses Form C1

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik