Faizal Assegaf Dipolisikan, Geisz: Penghina Memang Layak Dihukum
Faizal Assegaf
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Pemilik akun twitter @faizalassegaf, Faizal Assegaf, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait cuitan-cuitannya di Twitter yang menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (14/3). Faisal dilaporkan oleh Damai Hari Lubis dan didampingi Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta, Geisz Chalifah, yang sejak awal mengecam cara-cara negatif dan tabiat Faizal Assegaf, ikut angkat suara. Geisz  berharap semoga aparat kepolian memproses kasus ini dengan objektif. 

Sebab, penghinaan-penghinaan dan ujaran-ujaran kebencian Faizal Assegaf sudah terlalu jauh. Dia sudah menjadi provokator permusuhan pada satu golongan, sudah berlaku SARA, dan melecehkan pemerintahan RI.

Geisz mengatakan, kakek Anies Baswedan itu, Abdurahman Baswedan, adalah pahlawan nasional. Pemberian gelar pahlawan nasional diberikan oleh pemerintah melalui kajian dan analisa sejarah yang panjang. 

“Pemberian gelar pahlawan itu tidak sembarangan. Jika Faizal Assegaf itu menghina pahlawan nasional, maka sama saja menghina bangsa ini, menghina pemerintah, dan layak dihukum berat,” kata Geisz Chalifah. 

Memang, dalam banyak cuitannya di twitter, Faizal membuat narasi permusuhan dan kebencian  terhadap keluarga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kakeknya Anies, Abdurahman Baswedan,  pun ikut dihinanya. Tidak heran jika Damai Lubis melaporkan Faizal Assegaf ke polisi.   

“Sesuai KUHP apabila ada seseorang diduga melakukan tindak pidana, sedang lakukan tindak pidana, baru saja melakukan tindak pidana, setiap orang berhak melaporkannya ke pihak yang berwajib,” ujar Damai, Jumat (14/3/2019).

Damai Lubis mengatakan, cuitan-cuitan Faizal  bermuatan SARA, provokator, melanggar UU ITE.  Ini tidak bisa dibiarkan. 

“Kita laporkan agar tidak berkembang luas. Di sini juga ada penghinaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,” kata dia.

Sementara Sekjen Korlabi Novel Bamukmin menilai, ucapan Faizal dalam akun twitternya sangat provokatif dan mengadu domba antar umat Islam. Selain itu, Faisal telah mencoreng warga keturunan Arab.

“Karena sangat mencoreng dari pada warga warga keturunan Arab. Ini yang jadi timbul polemik di antara kita. Ini betul-betul provokasi,” kata Novel.

Laporan tersebut teregister dalam Nomor Laporan Polisi LP/1604/III/2019/PMJ/Dit.reskrimsum, tanggal 15 Maret 2019. Terlapor dalam laporan itu hanya Faizal Assegaf.

Salah satu cuitan Faisal Assegaf melalui akun twitternya menjadi dasar bagi Damai Lubis dan Novel Bamukmin melaporkan ke Polda Matron Jaya adalah menuduh Anies Baswedan yang telah menjadikan Kantor Gubernur sebagai markas ormas HTI dan PKS.

“Bung @aniesbaswedan, anda itu penipu ulung, di balik pencitraan politik santunmu, tersimpan dusta yg luar biasa. Klu tersinggung dgn cuita2an saya mengkritik kakekmu AR Baswedan, silakan anda sendiri yg laporkan. Takut ya saya buka kemunafikanmu menipu ulama, habib & umat?” cuit Faizal Assegaf di akun pribadinya. (lms)

Praktisi Hukum Kritik Tindakan Menteri Agama

Sebelumnya

Situasi di Bandara sebelum Gubernur Kepri yang Kena OTT Dibawa ke Jakarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum