Korban Banjir Bandang Sentani 42 Orang Tewas
Warga berusaha melintasi genangan air di Sentani, Kabupaten, Jayapura. Foto: BNPB
KOMENTAR

TILIK.ID, Jayapura- Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu pukul 08.30 WIB sebanyak 42 orang meninggal dunia dan 21 lainnya luka-luka akibat banjir bandang yang melanda sembilan kelurahan di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Sementara data kerusakan meliputi sembilan rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, satu mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan satu pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak kerusakan masih akan bertambah karena pendataan masih dilakukan dan belum semua daerah terdampak dijangkau oleh Tim SAR gabungan.

”Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI dan relawan terus melakukan penanganan darurat. Begitu juga dengan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih dilakukan di daerah terdampak banjir. Untuk memudahkan koordinasi, tim juga telah mendirikan posko serta sebagian bantuan telah didistribusikan kepada warga yang terdampak banjir,” katanya.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menyatakan,  ada 52 jenazah yang sementara diidentifikasikan di RS Bhayangkara. "Ada 52 jenazah, di mana  tiga di antaranya sudah diambil keluarga," kata Martuani.

Sementara itu, sejumlah relawan masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Papua.

"Sudah sejak semalam, relawan kami yang kebetulan tinggal di daerah Sentani melakukan aksi bantuan. Selain evakuasi, mereka juga melakukan pendataan atau assessment dan pembersihan material banjir," kata Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT Kusmayadi di Jakarta, Minggu (17/3).

Menurut Kusmayadi, para relawan juga sudah membagikan seribu makanan siap santap untuk para korban terdampak yang selamat.

Untuk mendukung dan memaksimalkan aksi bantuan relawan di lapangan bagi para korban banjir , Tim Disaster Emergency Response telah diberangkatkan menuju Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (17/3) pagi.

"Insya Allah, kami juga akan mendirikan Posko Kemanusiaan ACT sekaligus dengan Dapur Umum. Sehingga kami pun bisa bantu meringankan beban mereka, baik yang sudah mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah walau air atau lumpur masih menggenang," ujar Kusmayadi.

Para keluarga korban banjir bandang Kabupaten Sentani terus berdatangan ke RS Bhayangkara di Vuria, Keluragan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu. Mereka berasal dari Kota dan Kabupaten Jayapura.

Mereka datang untuk melihat dan mencari saudar mereka apakah menjadi korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Banjir bandang terjadi pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu dini hari.

Salah seorang warga Sentani yang datang mengaku ingin memastikan apakah ada keluarganya yang hanyut di kompleks perumahan Doyo Baru. "Kami ingin mencari anggota keluarga kami. Sebab mereka kami telepon tidak mau angkat," kata warga bernama Nico.(iwk)
 

2500 Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir Konawe

Sebelumnya

Di Halal Bihalal, Alumni Fakultas Hukum UMI Beri Dukungan untuk Irianto Baso A Ence

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa