Maskapai Garuda Terancam Diboikot Gara-Gara Penjualan Tiket Dimonopoli
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dikecam. Gara-garanya, perusahaan milik negara itu mengeluarkan kebijakan penjualan tiket umrah pada hanya empat perusahaan travel umroh. 

Kebijakan baru tersebut dianggap bisa merugikan pelaku biro haji dan umrah lokal.  Sejumlah pengusaha travel umrah di Solo, Makassar, Jakarta, dan Surabaya pun   akan memboikot maskapai penerbangan pelat merah tersebut. 

Garuda dianggap melakukan monopoli  penjualan tiket penerbangan umroh Garuda Indonesia oleh beberapa biro perjalanan di Jakarta. 

Mulai 1 Maret yang lalu, penjualan tiket Garuda hanya dilakukan oleh empat agen besar yang ada di Jakarta. Sehingga yang mau terbang dari Solo beli tiketnya pada agen di Jakarta.

“Kami sangat menyesalkan kebijakan baru dari Garuda Indonesia. Kita akan boikot, kita akan beralih ke Citilink atau Lion Air,” ujar Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Her Suprabu. 

Empat agen besar yang telah ditunjuk Garuda itu adalah  NRA, Maktour, Kanomas dan Wahana. Akibatnya, para pengusaha travel umrah di Solo sudah tidak bisa memesan tiket secara langsung kepada Garuda Indonesia cabang Solo. 

Parahnya, untuk mendapatkan tiket, para pengusaha biro haji dan umrah lokal harus melakukan pembelian kepada agen yang ditunjuk tersebut dengan selisih harga yang lebih mahal.

“Akibat penjualan tiket yang dimonopoli itu, sekarang harganya lebih mahal. Selisihnya bisa mencapai Rp 1 juta dibanding harga sebelumnya,” katanya.

Dia pun mendesak Garuda Indonesia untuk mencabut kebijakan itu.  “Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kita bersepakat untuk memboikot Garuda Indonesia untuk layanan penerbangan jemaah umrah,” katanya.

Tak hanya itu,  Perpuhi mengancam akan melakukan langkah hukum dan melaporkan Garuda Indonesia ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Dia menilai, kebijakan tersebut telah melanggar UU No 5 Tahun 1999 tentang larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Forum Komunikasi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji Khusus Kalimantan Selatan (Kalsel) Saridi Sarimin menegaskan pihaknya siap untuk tidak lagi menggunakan Maskapai Garuda Indonesia dalam bisnis jasa perjalanan umroh yang dikelola anggotanya.

Keinginan untuk tidak menggunakan Maskapai Garuda Indonesia sendiri, karena adanya kebijakan dari Maskapai Plat Merah tersebut untuk tidak lagi memberikan kesempatan bagi pelaku jasa umroh lokal memesan secara langsung tiket penerbangan ke Arab Saudi.

“Jadi kini per awal Maret 2019 pemesanan tiket ke Arab Saudi sudah diserahkan ke empat agen travel yang ditunjuk oleh Garuda Indonesia. Di luar empat agen travel tersebut mereka tidak akan melayaninya lagi,” tegasnya, Kamis (14/3).

Menurut Saridi, kebijakan tersebutlah yang menjadi persoalan. Akibat tidak dapat memesan langsung ke Maskapai Garuda Indonesia, pelaku jasa umroh lokal kini menjadi kesulitan memastikan jadwal keberangkatan para jemaah mereka.

Sementara Direktur Amira, Amir Bastari menambahkan, pihaknya akan menghentikan penjualan paket umrah dengan menggunakan fasilitas penerbangan Garuda Indonesia. Menurutnya, kebijakan monopoli yang dilakukan oleh Garuda Indonesia saat ini dianggap telah merugikan biro haji dan umrah lokal.

“Karena kalau harus dipaksakan pun kita justru yang akan rugi. Jadi kalau tidak ada perubahan kebijakan, tentu kita akan alihkan ke maskapai lainnya, “ pungkas dia. 

Manajemen Garuda Indonesia baik di Solo, Makassar maupun Banjarmasin enggan memberi komentar. Menurutnya, ini adalah kebijakan pusat, sehingga pusat yang berhak memberi penjelasan.

Public relation PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, enggan bicara banyak ketika diminta konfirmasi. Melalui WhatsApp dia hanya bilang,”Nanti kita siapkan statemen.” (lms)

Ini Pesan Gubernur DKI Jakarta di Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2019

Sebelumnya

Titik Pertama, MN FORHATI Bagikan 1000 Paket Sembako di Kramat Sentiong

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News