Tim Prabowo-Sandi Cermati Money Politic Lawan
Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandic Ferry Mursyidan Baldan bersama Amien Rais dalam diskusj Money Politic di Posko Seknas Prabowo-Sandi di Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 17 April 2019,  Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Sandi, mencermati indikasi maraknya upaya money politic  yang dilakukan oleh oknum tim sukses salah satu paslon untuk mempengaruhi suara pemilih. 

Direktur Relawan BPN Prabowo Sandi, Fery Mursyidan Baldan, menilai praktek money politik dalam proses pemilu  akan merusak hasil dan mencederai proses demokrasi.  Karena upaya tersebut tidak akan menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas. 

“Dengan demikian,  semua praktek money politik harus dilawan, demokrasi harus mampu membangun partisipasi masyarakat melalui keterlibatan aktif untuk memantau dan mengawal proses pemilihan ini melalui langkah korektif terkait perilaku kampanye menyimpang dari akal sehat demokrasi,” kata Ferry M Baldan dalam diskusi Selasaan di Posko Seknas Prabowo-Sandi, Selasa.

Sementara Syarif Achmad,  selaku Direktur Kajian Strategis SEKNAS Prabowo Sandi menambahkan,  bahwa perilaku money politic hanya akan dilakukan oleh mereka yang mengalami stagnasi elektoral dan kepanikan menjelang  kekalahan.

“Mereka tidak dapat memberi penawaran dan program solutif terhadap problem rakyat, janji mereka sudah usang dan yang tersisa hanya mereproduksi harapan kebohongan demi kebohongan,” katanya di tempat yang sama. 

Mereka, kata dia,  menyuap masyarakat untuk memaafkan dan memilih kembali dengan dalih uang. Tapi masyarakat kita sudah cerdas, tak lagi terpengaruh dengan money politic. 

“Namun selaku tim sukses Prabowo Sandi, kita perlu waspada dan terus melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan seluruh relawan, timses maupun simpatisan untuk menciptakan proses demokrasi yang berkualitas,” katanya.

Goal  kami, kata dia lagi, memang kemenangan elektoral untuk mengantar dan memperjuangakn Prabowo-Sandi Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. 

“Namun cara dan upaya menggapainya juga harus kita lakukan dengan perilaku kampanye yang dilandasi etika demokrasi dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkam jauh hari oleh para pendiri bangsa ini,” katanya. (lms)

MUI Harap ’Kecebong’ ‘Kampret’ Tidak Diteriakkan Lagi di Ruang Publik

Sebelumnya

Prabowo: Apakah Kalian Merasakan Keadilan?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik