Unjuk Rasa di Kendari Pecah, Pendemo Bentrok dengan Aparat
Aksi unjuk rasa di Kendari dihalau dengan water canon, Rabu (6/3),
KOMENTAR

TILIK.ID, Kendari — Unjuk rasa ratusan warga Kendari yang meminta mencabut izin tambang yang dikeluarkan Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ricuh. Unjuk rasa di Kantor Gubenur, Rabu (6/3) itu awalnya berlangsung aman.

Ketika massa meminta bertemu dengan Gubernur, namun tidak diizinkan, massa merangsek masuk. Aparat yang minta pengunjuk rasa itu mundur tidak dihiraukan. Akibatnya aparat kepolisian bertindak tegas.

Akibatnya, Para pendemo terlibat adu jotos dengan polisi dan  juga Satpol PP hingga terjadi  kerusakan  dan mengakibatkan banyak korban luka. 

Aparat kepolisian  yang dipimpin Kapolres Kendari Jemi Junaidi memukul mundur demonstran dengan water canon. Pendemo  mundur dan menjauh dari depan pintu masuk kantor Gubernur Sultra itu.  

“Teman-teman tolong, bubarlah dengan aman. Kita tidak ingin ada hal yang tidak kita inginkan terjadi. Mari kita tertib,” ujar Kapolres Jemi Junaidi. 

Para pendemo mendesak pemerintah dalam hal ini Gubernur Sultra Ali Mazi  mencabut IUP tambang yang dianggap tak pro rakyat.  Mereka menolak adanya izin tambang di Kabupaten Wawonii. Alasannya, Wawonii adalah kabupaten pulau. Mereka khawatir jika tambang diizinkan akan berdampak pada wilayahnya. 

Kapolres Kendari Jemi Junaidi yang memimpin meminta pendemo membubarkan diri.  Suasana menjadi ricuh ketika demonstran membalas water canon dengan lemparan batu. Satpol PP yang ikut mengamankan tak terima dan mengejar satu per satu demonstran.

Jemi Junaidi mengatakan, aparat tak ingin ada bentrok fisk. Karena demonstran tidak mau mendengar arahan, maka aparat melakukan tindakan yang sesuai keadaan. (lms)

2500 Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir Konawe

Sebelumnya

Di Halal Bihalal, Alumni Fakultas Hukum UMI Beri Dukungan untuk Irianto Baso A Ence

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa