Sepeda Man, Stroke, dan Jalan Sehat
Komaruddin Rachmat dengan latar belakang komunitas jalan sehatnya.
KOMENTAR

Oleh: Asnawi Hamid
(Pegiat Jalan Sehat, Relawan, dan Aktivis Sosial)

SUDAH  hampir tiga tahunan saya berolah raga ringan berjalan kaki.  Setidaknya 4 kali dalam seminggu bergabung dengan komunitas KFJS Jakarta, sebuah komunitas Jalan Sehat. 

Anggota KFJS adalah  para aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semenjak mahasiswa dulu, yang sekarang sudah lintas profesi, seperti legislator, mantan legislator, budayawan, pakar imajinering, dan pengusaha yang rata-rata berumur di atas 50 tahun.

Ketika bergabung,  ada dua teman yang sudah tidak bisa membungkuk dan sujud sehingga ketika sholat terpaksa hanya duduk di kursi. Sekarang alhamdulillah tidak memerlukan kursi lagi untuk sholat.

Yang lebih ekstrim adalah si Sepeda Man yang bernama asli Komaruddin Rachmat, putra asli Betawi dari Cakung. Tahun 2012 dia terserang stroke akibat kekacauan pikiran, makanan dan pola makan yang buruk. Dia di vonis stroke permanen dan harus makan sekeranjang obat secara teratur dan terus menerus. Tubuhnya lumpuh sebelah.

Komar tidak menyerah ketika dia mulai bisa berjalan tertatih-tatih.  Komar berpikir dengan logika sederhana; orang bersepeda kerena bisa menjaga keseimbangan, jika aku bisa menjaga keseimbangan tubuhku maka aku akan bisa berjalan kembali. 

Dengan logika sederhana itu Komaruddin mulai bersepeda, jatuh bangun bersepeda tak dihiraukannya. Dia  terus bersepeda hingga mampu mencapai jarak tempuh dari rumahnya di Bekasi ke Kota Tua Jakarta pulang pergi. Bersepeda di jalani selama 2 tahun, di 2014 dia di tabrak sepeda motor hingga cedera.  Tiga bulan lamanya Komaruddin merawat kakinya tanpa bisa bersepeda. 

Pulih dari cidera kaki, Komaruddin memilih berolah raga ringan berjalan kaki , jalan sehat (JS) sembari terus membaca literatur dan menjaga makan agar sembuh dari stroke. Jalan kaki dari Bekasi ke Cakung atau Bekasi pantai Teluk Pucung dilakukan secara teratur.

Tahun 2018 Bang Komar bergabung dengan KFJS Jakarta. Al hasil kini Komaruddin mampu berjalan tegap layaknya orang sehat kecuali tangan kirinya terlihat masih lemah.

Semangat Komaruddin melawan stroke memang luar biasa. Untuk melatih pisiknya, dia berjalan kaki setiap hari minimal 5 km. Sedangkan untuk melatih otaknya kegemaran menulisnya sejak muda dilanjutkan. Kini Komaruddin Rachmat sedang menyelesaikan sebuah buku "Kiat Melawan Stroke”.  Dia ingin mengedukasi kepada masyarakat bahwa stroke bisa disembuhkan. Stroke bukanlah akhir dari kehidupan. Yang spektakuler, Komaruddin sedang merencanakan long march dari Bogor ke Jakarta.

Bang Komar,  Anda luar biasa, petarung sejati.  Perjalanan hidupmu akan jadi inspirasi banyak orang, ayo segera selesaikan bukunya.

Asnawi Hamid, 4 Maret 2019

KFJS Jakarta Jalan Sehat dan Diskusi Lagi

Sebelumnya

Jalan Sehat KFJS Jakarta Jelang Ramadhan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gelitik