Gara-Gara Ciutannya, Pendiri dan  Online Shop BukaLapak Jadi Trending
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Aplikasi online shop BukaLapak sejak tadi malam (14/2) jadi trending topik di medsos, utamanya di twitter. Gara-garanya, Pendiri BukaLapak Achmad Zaky menciut tentang biaya riset yang digelontorkan pemerintah sangat rendah. Dia pun meminta presiden baru nanti bisa menambah anggaran riset tersebut. 

Nah, kata ‘Presiden Baru’ itulah yang memicu beragam reaksi dari warganet. Ada yang menganggap Achmad Zaky telah mendukung Prabowo dan berkat ciutannya itu dipersepsi menyudutkan Jokowi.  Tentu saja, aplikasi BukaLapak menjadi trending topik. 

Mereka menilai kritik Achmad Zaky terhadap pemerintah lewat cuitan soal “presiden baru” tidak pantas. Terlebih data yang menyertai cuitannya tersebut data lama yang dinilai sudah tidak relevan.

Inilah beberapa reaksi warganet tentang ciutan Achmad Zaky itu. 

viviena setyo budi: “CEO is not customer sensitive. Switch my buying to Shopee and Tokopedia”

Anton Ciaputra: ”Tak apa beda pilihan politik, apalagi sekedar kritik, itu sangat dibutuhkan sebagai masukan. Namun pernyataan blunder CEO anda perihal ‘presiden baru’ kurang pantas, padahal bisa memakai kata lain seperti ‘presiden terpilih’ jika ingin netral. #2019TutupLapak #UninstallBukalapak”.

daniel timbul: “uninstal karena blunder ceo mu, cari yang netral saja”.

A Google user: ”Selain terkait Buka Credits yang masa berlaku pendek dan kurang leluasa di kelola, pada akhirnya kurang memberikan nilai tambah. Pernyataan CEO di tahun politik dengan cuitan di sertai data yang tidak Valid dan kurang pantas di lontarkan seorang inspirator.”

Selain  pengeritik, banyak juga warga net mamberikan apresiasinya kepada Achmad Zaky dan BukaLapak. 

majelis netral anwae “Jangan malu apalagi takut berbicara kebenaran, itu adalah hak demokrasi kepada pemimpin sekarang. Mantap BL maju terus”.

Zamah Sari:”Mantap buat CEO-nya”.

Kanz Sarana Raharjo:”Mantep... BL punya visi masa depan.”

Saat ini, aplikasi Bukalapak mendapat rating 4.3 di Google Play Store dengan jumlah pemberi rating 948.182.

Sebelumnya, Zaky lewat akun Twitternya menulis: “omong kosong industri 4.0 kalau budget riset dan pengembangan negara seperti saat ini.”

Dia menunjukkan data perbandingan dana tersebut dengan negara-negara lain.

Zaky menuliskan dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar.

“Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis akun @achmadzaky, Kamis (14/2).
(lms)

Ini Temuan YLBHI atas Tragedi 21-22 Mei 2019

Sebelumnya

Mustofa Nahra Digelandang Polisi Pukul 3 Subuh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News