Survei Terbaru LSI Denny JA, Jokowi-Ma’ruf Masih Menang
Adjie Al Faraby (kanan) didampingi moderator Rully Akbar di Kantor LSI Denny JA, Kamis (7/2/2019).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Tidak ada perubahan signifikan dari satu survei ke survei lainnya yang digelar LSI Dennya JA tentang elektabilitas dua pasangan calon presiden 2019.  Jokowi-Ma’ruf menurut hasil survei LSI Denny JA. 

Survei kali ini menjajak pergeseran elektabilitas di enam kantong suara untuk kedua pasangan calon presiden. Survei dilakukan pada 18 - 25 Januari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. 
Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. 

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.8 persen.  Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.
 
“Dari enak kantong suara yang dipilih, yakni kantong suara muslim, kantong suara minoritas, kantong suara wing cilik, kantong suara terpelajar, kantong suara emak-emak, dan kantong suara millenial, Jokowi-Ma’ruf unggul di 5 kantong suara,” kata peneliti LSI Denny JA  Adjie Alfaraby selaku narasumber konferensi pers di Graha Dua Rajawali, Jakarta, Kamis (7/2).

Unggulnya pasangan Jokowi-Ma’ruf terhadap Prabowo-Sandi didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting. Kantong pertama yang penting adalah kantong pemilih Muslim. Pemilih muslim adalah pemilih mayoritas dengan populasi kurang lebih 85 persen. 

Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa Jokowi-Ma’ruf masih unggul di pemilih muslim dengan dukungan sebesar 49.5%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35.4 persen. Ada sebesar 15.1 persen pemilih Muslim yang masih belum menentukan pilihan. 

“Meski unggul, Jokowi-Ma’ruf hanya unggul dengan selisih di bawah 15 persen di sini,” kata Adjie yang didampingi Moderator Rully Akbar.

Kantong kedua yang penting adalah kantong pemilih minoritas. Populasi pemilih minoritas (non muslim) kurang lebih 15 persen.  Dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf pada segmen pemilih minoritas mencapai 86.5  persen  dan dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 4.7 persen. 

“Hanya tersisa 8.8 persen pemilih minoritas yang belum menentukan pilihan. Di kantong pemilih yang kedua ini, Jokowi-Ma’ruf unggul mutlak dari Prabowo-Sandi,” ujar Adjie,
 
Kantong ketiga adalah pemilih wong cilik. Survei menunjukkan 50.3 persen pemilih masuk kategori ini. Data Januari 2019 menunjukkan bahwa, Jokowi-Ma’ruf unggul telak di segmen pemilih ini. Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 58.4 persen. Sementara Prabowo-Sandi sebesar 24.7. 

Kantong keempat adalah kantong suara emak-emak (perempuan). Yang mencengangkan,  Jokowi-Ma’ruf di pemilih emak-emak mencapai 57.0 persen banding  Prabowo-Sandi 27.8 persen.  

“Selisih elektabilitas kedua pasangan calon di pemilih emak-emak mencapai 30 persen. Ada sebesar 15.2 persen pemilih emak-emak yang belum menentukan pilihan,” beber Adjie Al Faraby. 
 
 Kemudian, kantong kelima adalah kantong pemilih kalangan terpelajar. Populasi pemilih ini hanya sebesar 11.5 persen. Perebutan dukungan di segmen ini cukup signifikan. Selain itu pemilih kaum terpelajar cukup penting karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik. 
 
 Di kantong pemilih ini, Prabowo-Sandi unggul dibanding pasangan Jokowi-Ma’ruf. Yakni 44.2 persen milik Prabowo-Sandi dan 37.7 persen.  Meski unggul, keunggulan Prabowo-Sandi hanya di bawah 10 persen. 
 
 “Masih ada sebesar 18.1 persen pemilih kalangan terpelajar yang belum menentukan pilihan,” tambah Al Faraby. 
 
Terakhir adalah kantong keenam, yaitu kalangan pemilih millennial. Mereka yang disebut pemilih millennial dalam survei ini adalah pemilih yang usianya di bawah 40 tahun. Data survei menunjukkan bahwa populasi pemilih ini sebesar 44.9  persen. 
 
“Dengan populasi sebesar 45 persen,  tentunya dukungan pemilih millennial sangat menentukan dalam pilpres nanti. Per hari ini, survei menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul di segmen pemilih millennial,” katanya. 

Dukungan terhadap   Jokowi-Ma’ruf sebesar 52.6 persen. Sementara dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi sebesar 33.8 .persen Jokowi-Ma’ruf masih unggul dua digit dari pasangan Prabowo-Sandi di pemilih ini. Namun keunggulannya masih di bawah 20 persen. Mereka yang belum menentukan pilihan di pemilih millineal sebesar 13.6 persen.
 
“Dari enam kantong pemilih penting di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan Jokowi-Ma’ruf terhadap Prabowo-Sandi saat ini didasari pada keunggulan Jokowi-Ma’ruf di 5 kantong pemilih penting yaitu pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih wong cilik, pemilih emak-emak, dan pemilih millennial,” katanya.

“Sementara satu kantong pemilih penting lainnya yaitu pemilih kaum terpelajar, Jokowi-Ma’ruf kalah dari Prabowo-Sandi. Artinya jika dibuatkan skor dari 6 kantong tersebut, Jokowi-Ma’ruf menang 5-1 dari pasangan Prabowo-Sandi,” kata Adjie. (lms)

Wasekjen BPN Jelaskan Kesehatan Sandiaga Uno

Sebelumnya

Usai Jumatan, Prabowo dan Pendukung Kumpul di Kertanegara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik