Para Tokoh Ikut Peringati  Milad 72 HMI di Luwuk
Sofhian Mile (kanan) bersama Ketua Umum HMI Cabang Luwuk Banggai Abd Rahman Lasadang dan tokoh dan senior HMI Luwuk Banggai.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Dies Natalis ke-72 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang jatuh pada 5 Februari 2019  diperingati di mana-mana. Dan dilakukan dalam berbagai bentuknya. Greeting dan video berseliweran di medsos sejak 4 Februari. 

Peringatan juga dilakukan secara formal di berbagai daerah dengan mengundang atau difasilitasi oleh senior dan tokoh HMI setempat. Seperti di Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah. 

Di daerah kabupaten ini, kader, tokoh, dan senior menyatu merayakan Harlah 72 tahun organisasinya pada 5 Februari malam. Acaranya sederhana namun hikmad. Tempatnya pun di sebuah masjid yang dibangun senior HMI, Sofhian Mile, mantan Bupati Luwuk Banggai.

Masjid Ainul Jannah itu dibangun saat Sofhian Mile menjadi bupati. Letaknya di Jalan Pelita. Posisi masjid berada di bagian belakang rumah Sofhian Mile.

Milad 72 tahun ormas mahasiswa terbesar di Indonesia itu diperingati secara formal. Dalam video yang diterima TILIK.ID, tampak sejumlah tokoh daerah, pengurus Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulteng, Palu, dan Luwuk Banggai. Ada pengurus HMI Cabang Luwuk Banggai dan kader-kader hijau hitam.

Ketua Umum HMI Cabang Luwuk Banggai Abdul Rahman Lasading tampak duduk di jajaran depan bersama Sofhian Mile serta alumni HMI dari Cabang Manado dan Makassar.  Tampak pula , anggota DPRD Luwuk Banggai yang merupakan  alumni HMI Cabang Manado Irpading Oneng. 

Peringatan diawali Lagu Indonesia Raya dilanjutkan Hymne HMI. Kemudian sambutan-sambutan serta ditutup doa. Sofhian Mile dalam pidatonya  menyampaikan selamat hari jadi ke-72 HMI. 

Sofhian juga mengaja kepada  jajaran kader, pengurus dan alumni HMI untuk tetap solid namun tetap menjaga independensi HMI. “Kekuatan HMI ada pada pengkaderan, dan sikap independensinya,” kata Sofhian Mile.

Di tahun politik ini pun, kata Sofhian, sangat penting secara organisasi HMI menjaga independensinya, walaupun secara individu-individu kader memiliki hak politik, pilihan politik dan dukungan politik. 

“Namun demikian, pilihan-pilihan dan dukung mendukung itu tetap mangacu pada preferensi-preferensi yang sesuai dengan kualitas insan cita HMI,” katanya. 

Lima insan cita HMI itu, kata Sofhian Mile,  akan selalu melekat dalam setiap kader HMI. Yaitu insan akademis, insan pencipta. Insan pengabdi, insan yang Islami, dan insan yang bartanggungjawab atas agama,  umat dan bangsa. 

HMI lahir pada 5 Februari 1947  di Yogyakarta yang didirikan Lafran Pane dan mahasiswa STT Yogyakarta. Kelahirannnya mengikuti momentum  Proklamasi Kemderdekaan Indonesia. Di tahun 1947 itu masih terjadi  peperangan melawan Balanda serta agresi I dan II.  Di saat itulah anggota HMI ikut ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

Dari kelahirannya itu, HMI terus berkembang. Melengkapi infrastruktur organisasi seperti lambang, lagu, mars, dll. Kemudian berkembang dengan populasi anggota yang luar biasa pesat. Tahun 60-an HMI sudah menjadi organisasi mahasiswa yang  terbanyak memiliki anggota. Itu pula yang menjadi salah satu alasan pembubaran HMI oleh PKI.

Dalam 72 tahun usianya. HMI telah banyak memberikan kontribusi bagi agama, bangsa dan negara lewat peran tokoh-tokoh HMI. Perannya tak terhitung di semua sektor dan lapangan pengabdian. (cil)

Berikut video peringatan Milad 72 Tahun HMI di Luwuk Banggai:

Pasca Gempa, Aktivitas Warga Kota Luwuk Normal

Sebelumnya

Danau Sentani Meluap, Ribuan Warga Mengungsi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa