HMI-KAHMI Mau “Digiring”, Komunitas Alumni Bereaksi
Arief Rosyid, Akbar Tandjung, M Taufik, dan Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady di Istana Negara.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta —  Sejumlah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) gerah dengan gelagat  tokoh-tokoh HMI yang cenderung menggiring organisasi HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI) untuk menjadi organisasi partisan dalam mendukung salah satu calon presiden pada Pemilu 2019. Padahal HMI dan KAHMI bukanlah organisasi politik, tapi organisasi yang independen.

Gelagat itu diperlihatkan oleh mantan Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid, senior HMI Akbar Tandjung, M Taufik, dan Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady melalui vlognya di Istana bersama calon presiden nomor 01 Jokowi. Dalam vlog itu, Arief menjelaskan tujuan ke Istana mengundang Jokowi hadir pada Dies Natalis ke-72 HMI di kediaman Akbar Tandjung. 

Dalam vlog itu juga, Jokowi ikut memberikan pernyataan sambutan yang didampingi Akbar Tandjung, Taufik,  dan Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady.  

Bagi sebagian alumni HMI, langkah pentolan HMI ini sudah mengindikasikan kecenderungan dukungan politik yang akan menggiring institusi HMI dan KAHMI ke politik partisan yang melawan independensi organisasi.

Karena itu, sejumlah alumni HMI langsung mengeluakan tiga seruan penting dari empat point pernyataannya.  

Pernyataan itu diterima Redaksi TILIK.ID beberapa saat yang lalu, dan mengkonfirmasi kebenarannya kepada nama yang bertandatangan di dalamnya. Pernyatan sikap itu diteken  Zulkifli Ali​​​​​​  (Sekjend PB HMI Periode 1997-1998)​​,  MHR Sikka Songge (Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta Periode 1992-1993),  M. Muslih (Ketua Umum Badko HMI Jateng DIY Periode 2003-2004), Sabarudin (Wasekkum HMI Cabang Jakarta Periode 1997-1998), dan  Kurniawan Zein (Anggota Balitbang PB HMI Periode 2003-2004).

Berikut point-point pernyataannya:

Pertama. mendorong Pengurus Besar HMI dan Presidium KAHMI untuk tetap  menjalankan politik kebangsaan, sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa.

Kedua, mendorong Pengurus Besar HMI untuk tetap menjaga integritas dan independensi organisasi, dengan tidak berpihak dan tidak terlibat dalam arus pusaran fragmentasi politik praktis dengan memberikan dukungan politik kepada salah satu Pasangan Calon Presiden.

Ketiga.  mendorong Presidium KAHMI tetap menjaga netralitas organisasi dari fragmentasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan tidak mengintervensi kebijakan organisasi PB HMI untuk memberikan dukungan politik kepada salah satu pasangan calon presiden.

Keempat, mendorong PB HMI dan Presidium KAHMI  untuk secara aktif mengawal dan mengawasi proses pemilihan umum yang akan datang dapat berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip electoral justice dan electoral integrity, bebas dari berbagai bentuk kecurangan yang dapat mencederai proses demokrasi dan medelegitimasi hasil Pemilu.

KOMUNITAS ALUMNI PEDULI HMI

Zulkifli Ali​​​​​​
(Sekjend PB HMI Periode 1997-1998)​​
 
MHR Sikka Songge
(Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta Periode 1992-1993)
 
M. Muslih
(Ketua Umum Badko HMI Jateng DIY Periode 2003-2004)
 
Sabarudin
(Wasekkum HMI Cabang Jakarta Periode 1997-1998)
 
Kurniawan Zein
(Anggota Balitbang PB HMI Periode 2003-2004)
 
 (cil)

Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Imbauan Ketua DPR

Sebelumnya

Gugatan Dua Komunitas Pers kepada Dewan Pers Ditolak Pengadilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional