Ketua BPN Djoko Santoso: Peradaban Demokrasi Dimulai dari Jogjakarta
Djoko Santoso dalam acara Deklarasi Relagama di Joglo Engking Yogyakarta, Sabtu (15/12).
KOMENTAR

TILIK.ID, Yogyakarta — Peradaban demokrasi   dimulai dari Jogjakarta. Dimulai dari kalangan akademisi. Bangunan peradaban yang telah dibangun itu jangan sampai rusak, tolong dijaga. 

Demikian dikatakan Ketua Umum Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Jend Purnawirawan Djoko Santoso pada pidatonya di acara Deklarasi Relawan Alumni UGM (Relagama) di Joglo Engking Yogyakarta, Sabtu (15/12).

Dalam deklarasi itu, ratusan  anggota Relagama hadir dan menyatakan dukungan untuk pasangan Capres Prabowo-Sandi.  

Tak hanya dihadiri para relawan, deklarasi ini juga dihadiri langsung Direktur Relawan Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Sudirman Said. 

Djoko Santoso mengaku pernah mengabdi di Yogyakarta. Karena itu  dia mengerti bagaimana bangunan peradaban demokrasi itu, yang dimulai dari kalangan cerdik cendikia Yogyakarta.

“Saya bukan orang baru di kota ini.  Tahun 97-98 saya sebagai Komandan Korem di sini. Di sinilah lahir peradaban pada tahun 1998. Yaitu munculnya, dibangunnya peradaban demokrasi di kota ini,” katanya.

Makanya, kata Djoko, dengan basic akademi yang bagus tolong dijaga. “Jangan karena kita melakukan pemilu, peradaban itu menjadi rusak, menjadi hancur,” tambahnya. 

Dia pun bertanya bagaimana derajat demokrasi kita. Apakah tambah baik atau bagaimana? Apakah mengalami peningkatan atau makin menurun kualitasnya. 

“Jangan korbankan peradaban demokrasi yang pernah kita bangun hanya karena pilpres. Sekarang bagaimana demokrasi itu kalau orang gila mencoblos.,” ujarnya. 

Dia mengatakan, bangsa lain mentertawai kita dengan kualitas demokrasi orang gila. “Jadi pilihan Prabowo-Sandi adalah pilihan yang tepat. Sudah benar pilihan bapak-bapak dan ibu-ibu,” kata mantan Panglima TNI ini. 

Hadir dalam deklarasi itu, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Direktur Debat dan Materi BPN Sudirman Said. 

Ketua Umum Relagama Andre Dian Pujianto mengatakan, Relagama dibentuk sebagai rasa tanggungjawab terhadap bangsa ini. Dia mengatakan,yang hadir dalam deklarasi ini  bukan hanya alumni UGM, tapi juga alumni perguruan tinggi lain. 

“Deklarasi ini pun kami tidak berhenti di sini. Setelah ini, kami akan turun ke kampung-kampung dan desa-desa sebagaimana dulu saat kami KKN. Kita turun untuk kembali layaknya kita KKN dulu,” kata Andre.

Relagama adalah komunitas alumni UGM yang satu misi, satu visi untuk menggunakan hak konstitusional politiknya dengan berdiri untuk pemenangan Prabowo-Sandi. 

Yang menarik dari deklarasi ini, bergabung pula alumni universitas lain se Solo Raya, dan Jawa Tengan. Seperti Universitas 11 Maret, Universitas Surakarta, dan UIN Yogyakarta.  (cil)

GKR Keluarkan 8 Point Pernyataan Terkait Pemilu dan Sengketa di MK

Sebelumnya

Ketua MK Anwar Usman Dahului dengan Ucapan Idul Fitri Minal Aidin Walfaidzien

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik