Dukungan Terhadap Pancasila Menurun, KBI Antisipasi dengan Pelatihan
Pelatihan Jurubicara Pancasila di Makassar
KOMENTAR

TILIK.ID, Makassar-- Perbedaan agama, suku, ras dan bahasa di Indonesia merupakan kekayaan luhur sekaligus potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan kuat. Hal ini ditegaskan oleh Milastri, Fasilitator pelatihan juru bicara Pancasila, saat pembukaan pelatihan di Makassar, pekan lalu.

“Bagaimana pun, negara Indonesia ini dibangun di atas keberagaman masyarakat di dalamnya. Dari dulu, keragaman tersebut justru menjadi penguat pondasi bernegara.” Tegas Milastri.

Namun, sekarang, keberagaman ini justru dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Oleh karenanya, kini, muncul banyak pemikiran-pemikiran intoleran yang merasa keyakinannya lebih baik dari keyakinan yang lain, kelompoknya lebih baik dari kelompok lain. Pandangan semacam ini menjadi salah satu faktor yang membuat kecintaan terhadap Pancasila kian menurun.

“Dalam survei LSI Denny JA, bisa kita temukan dukungan terhadap Pancasila semakin menurun tiap tahunnya. Pada 2015, dukungan masyarakat kepada Pancasila mencapai 85,2 persen dan pada 2018 menjadi 75.3 persen atau menurun sampai 10 persen. 

Di sisi lain, ada pemikiran lain yang menguat, yakni dukungan pada NKRI bersyariah yang terus bertambah, kini mencapai 13,2 persen pada 2018 dari awalnya 4,6 persen pada 2005 atau bertambah sebanyak 9 persen,” tambah Milastri.

Berangkat dari hal itu, Komunitas Bela Indonesia (KBI) mengawal peneguhan ideologi Pancasila dengan menyelenggarakan Pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila di 25 Kota di Indonesia, salah satunya di Kota Makassar.

Pelatihan juru bicara Pancasila yang dilaksanakan di Jolim hotel, Kota Makassar dari Jumat, 30 November – 3 Desember ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, seperti: aktivis mahasiswa, mubaligh/pendeta, aktivis komunitas, pegiat literasi, jurnalis, dan dosen. 

Selain dari Sulawesi Selatan, pelatihan ini juga dihadiri oleh peserta dari Kalimanta Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

Selama pelatihan, peserta diberi berbagai materi yang telah disusun dengan matang, seperti materi argumentasi agama untuk toleransi dan anti terorisme, materi penulisan, teknik berdebat, dan materi sosial media manajemen. 

Sebelumnya, KBI juga telah menyusun buku sebagai rujukan utama dalam pelatihan yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim.

“Dengan mengikuti pelatihan juru bicara Pancasila ini, diharapkan akan tumbuh juru bicara-juru bicara Pancasila yang mumpuni dan mampu memarketingkan kembali Pancasila sehingga dukungan masyarakat kepada Pancasila akan kembali menguat, sekecil apa pun.” Pungkas Milastri. (lms)

Suap dan Gratifikasi Dianggap Wajar Jika Meningkat

Sebelumnya

Zulkifli Hasan: Jika Kita Pecah, Sama Saja Menghancurkan Perjuangan Pendiri Bangsa

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional