Reuni 212 Tidak Bisa Dihalangi, Jalan Terus
Panitia mendirikan panggung Reuni 212 Monas. Gambar dicapture dari video yg diunggah panitia, Jumat.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta—  Reuni akbar 212 yang akan digelar  besok 212 akan dihadiri jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Hari ini, mulai pagi sampai dan dioerkirakan sampai dinihari nanti peserta reuni sampai Jakarta.

Meski banyak kendala, sepi pemberitaan, dan banyaknya ancaman fisik dan psikologis, namun rencana berkumpul kembali 7,4 juta ummat Islam tetap jalan. Tetap on the track.

Ribuan  peserta dari Makassar pagi ini sudah masuk Jakarta. Mereka berasal dari majelis-majelis di wilayah Makassar dan daerah kabupaten di Sulawesi Selatan. 

Ada bahkan yang gagal berangkat karena kehabisan tiket penerbangan. “Sayang swkali saya kehabisan tiket pesawat. Saya mau booking kemarin sudah habis,” kata Andi Arifin kepada TILIK.ID, Sabtu pagi.

Namun Andi Arifin mengaku hanya dirinya dan beberapa orang dari Kabupaten Bone yang gagal berangkat. Namun ribuan dari Sulawesi Selatan lainnya susul menyusul berangkat ke Jakarta pagi ini. 

Rencana reuni 212 di Lapangan Monas Jakarta Pusat makin menjadi perhatian. Meski banyak yang menyangsikan terlaksana, akibat banyaknya gangguan, toh tidan menyurutkan panitia bekerja menyiapkan panggung dan tenda di kawsan Monumen Nasional itu.

Sebuah video yang viral di medsos membuktikan panitia tengah bekerja mempersiapkan kebutuhan reuni. Dalam video itu, sedang dibangun panggung dan tenda. Video berdurasi 1 menit 16 detik itu memperlihatkan pemasangan panggung.

“Ini teman-teman kita yang bekerja memasang coversoon, memasang panggung. Insya Allah selesai besok pagi (Sabtu pagi),” kata salah seorang panitia, Jumat (30/11). 

Memang, rencana reuni 212 di Monas ini tidak dikehendaki sebagian pihak. Bahkan ada alumni 212 yang nyinyir dan menyatakan mundur. Namun ketidaksetujuan itu justru mengundang  banyak peserta.  

Ini mengingatkan ketika  aksi bela Islam pada 2 Desember 2016 silam yang menjadi ikon 212. Saat itu polri pun melarang, bahkan ada intimidasi dan an ancaman. Namu yang terjadi adalah sebaliknya, Jokowi, Jusuf Kalla, Wiranto dan sejumlah menteri naik panggung 212 juga. (lms)

Suap dan Gratifikasi Dianggap Wajar Jika Meningkat

Sebelumnya

Zulkifli Hasan: Jika Kita Pecah, Sama Saja Menghancurkan Perjuangan Pendiri Bangsa

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional