Netizen Galang Petisi Stop Kriminalisasi Jaksa Senior Chuck Suryosumpeno
Jaksa senior Chuck Suryosumpeno
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Sejumlah warganet atau netizen menggalang petisi hentikan kriminalisasi Jaksa Senior Chuck Suryosumpeno melalui “change.org”. Petisi online itu dibuat sebagai bentuk dukungan moril dari masyarakat.

“Kita sampaikan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan moril melalui petisi hentikan kriminalisasi Jaksa Chuck,” kata pengacara Chuck, Sandra Nangoy di Jakarta, Jumat.

Hingga saat ini, petisi dukungan terhadap Chuck mencapai 1.070 warganet yang digagas masyarakat menamakan diri “JusticeForChuck”.

Petisi tersebut meminta Presiden Joko Widodo menghentikan langkah Jaksa HM Agung Prasetyo yang mengkriminalisasi jaksa yang berhasil menyetorkan ke kas negara sebesar Rp 3,5 triliun itu.

Sandra menyebutkan dukungan terhadap Jaksa Chuck cukup mengalir bahkan sejumlah kelompok massa dari luar kota mendatangi kantor tim pengacara yang membela Chuck menyampikan dukungan.

“Sekedar bertanya tentang kasus Chuck dan menyampaikan dukungannya. Tentu kami dan keluarga Chuck sangat berterima kasih atas dukungan moril tersebut,” tutur Sandra.

Dukungan tersebut menurut Sandra menunjukkan masyarakat telah mengetahui Jaksa Chuck sebagai korban kriminalisasi pimpinan Kejaksaan Agung.

Selain petisi tersebut, tagar #savejaksachuck dan #justiceforchuck juga ramai diperbincangkan netizen.

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar pun kembali angkat bicara mengomentari fenomena dukungan masyarakat terhadap Chuck tersebut.

Haris menilai petisi tersebut menagih komitmen pemerintah soal perlindungan hukum terhadap orang yang tidak bersalah seperti Chuck.

Dukungan petisi itu, kata Haris, menunjukkan masyarakat kesal terhadap model penegakan hukum era pimpinan Kejagung saat ini.

Diketahui, penetapan tersangka atas Chuck Suryosumpeno diketahui bertepatan saat Mahkamah Agung mengunggah putusan PK atas pemohon Chuck Suryosumpeno pada laman website-nya, yaitu tanggal 23 Oktober 2018.

Berdasarkan, Putusan PK bernomor 63 PK/TUN/2018 yang diputus pada 17 Mei 2018, MA menyatakan keputusan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo soal pencopotan Chuck harus dicabut.

“Mewajibkan tergugat (Prasetyo) untuk mencabut Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-186/A/JA/11/2015, tanggal 18 November 2015,” tertulis dalam putusan MA.

Selain itu, Prasetyo diwajibkan untuk merehabilitasi harkat dan martabat kedudukan penggugat (Chuck) berikut segala hak dan kewajiban sehubungan dengan kedudukan tersebut.  (tr/lms/an)

Pengacara Ahmad Dhani: Jaksa Tak Bisa Buktikan Subyek Hukum Ciutan Twitter

Sebelumnya

Giliran Presdir Lippo Karawaci Dipanggil KPK untuk Kasus Meikarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum