Pangeran Saudi Telepon Turki Ingin Bertemu Presiden Erdogan di Argentina
Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman
KOMENTAR

TILIK.ID, Berlin/Istanbul—  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam wawancara disiarkan pada Selasa mengatakan bahwa Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman meminta bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan saat ini tidak ada alasan untuk tidak bertemu.

“Ya, dia meminta Erdogan lewat telepon, apakah mereka dapat bertemu di Buenos Aires. Jawaban Erdogan ialah ‘lihat nanti’,” kata Cavusoglu kepada surat kabar Jerman, “Sueddeutsche Zeitung”.

Hubungan Turki-Saudi renggang akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada bulan lalu di Istanbul. Setelah memberikan beragam penjelasan saling bertolak belakang, Riyadh mengatakan Khashoggi dibunuh dan jasadnya dimutilasi ketika upaya membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

Arab Saudi berulang-ulang mengatakan pangeran itu tidak mengetahui tentang pembunuhan tersebut, yang Turki katakan dilakukan di konsulat Saudi oleh kelompok 15 orang, termasuk seorang anggota tim keamanan Pangeran Mohammad.

Erdogan mengatakan pembunuhan itu diperintah oleh level tertinggi dari kepemimpinan Saudi tetapi mengesampingkan bahwa hal itu berasal dari Raja Salman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pekan lalu, Washington akan tetap menjadi “mitra yang teguh” dari Arab Saudi kendati menyatakan bahwa Pangeran Mohammad mungkin mengetahui tentang rencana membunuh Khashoggi.

Ketika ditanya apakah dia yakin mengetahui siapa di Riyadh yang memberi perintah untuk membunuh Khashoggi, Cavusoglu mengatakan bahwa tim itu tidak akan bertindak sendiri, tetapi tak dapat mengatakan hal lain tanpa bukti.

Menlu Turki itu mengatakan Riyadh telah menawarkan mengirim foto-foto para pembantu setempat yang menolong dalam usaha menutup-nutupi. “Mengapa foto-foto identitas? Pihak Saudi tahu nama-nama itu,” kata dia.

Turki menyatakan pihaknya memiliki rekaman-rekaman terkait dengan pembunuhan itu yang dibagi ke sekutu Barat. Menlu Cavusoglu mengatakan dia telah mendengar rekaman-rekaman tersebut dan Khashoggi dibunuh dalam waktu tujuh menit.

“Itu pembunuhan yang direncanakan,” kata dia kepada harian tersebut, lebih sebagai pilihan terakhir setelah mereka gagal meyakinkannya kembali ke Arab Saudi.

“Bisa didengar bagaimana pakar forensik memerintahkan yang lain: Mereka sebaiknya mendengarkan musik sambil dia memotong-motong jasad itu. Seorang memperhatikan bagaimana dia menikmatinya,” katanya. (rtr/an/lms)

Pemerhati Energi Terbarukan Indonesia Laris Dipakai di Dunia Internasional

Sebelumnya

PBB Tolak Rancangan Resolusi AS untuk Mengutuk Hamas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Internasional