Pertamina EP Cepu Kembali Gelar Pelatihan Kewirausahaan
Pelatihan Kewirausahaan di Bojonegoro
KOMENTAR

TILIK.ID, Bojonegoro— Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) melalui operatornya PT Pertamina EP Cepu (PEPC) kembali menggelar pelatihan kewirausahaan untuk masyarakat di wilayah operasinya. Kegiatan ini resmi dibuka hari ini, Senin (19/11) di Kantor UPT PK Bojonegoro.
 
Tujuan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi melalui peningkatan sumberdaya manusia serta menstimulasi pertumbuhan wirausaha mandiri di sekitar lokasi proyek,  sehingga akan berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi makro wilayah Bojonegoro.
 
Program ini merupakan hasil studi sosial ekonomi ini bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPT PK) Kabupaten Bojonegoro. Terdapat 3 (tiga) kategori pelatihan yang diikuti oleh 56 orang, yaitu Pelatihan Tata Busana 20 orang, Tata Boga 20 orang dan Pengembangan Mekanik Motor 16 orang.
 
Peserta pelatihan kewirausahaan berasal dari sekitar area proyek JTB, antara lain Desa Kaliombo, Bandungrejo, Talok, Ngasem, Pelem dan Dolokgede. Agus Gunawan, sebagai Kepala UPT PK Bojonegoro menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan kewirausahaan.
 
Adi Kamal, sebagai Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Balai Latihan Kerja (BLK) Propinsi Jawa Timur mengatakan peserta harus meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis agar dapat menjadi wirausahawan mandiri.
 
Agus Supriyanto, sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro mengatakan bahwa setiap peserta sebaiknya melaksanakan kegiatan pelatihan dengan serius, jika kedepan mempunyai produk maka perlu dilakukan perbaikan, seperti pengemasan, sertifikat halal dan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
 
Selain itu ia juga menyoroti perilaku tenaga kerja di Bojonegoro yang lebih senang kerja di daerah yang mempunyai upah minimum kerja lebih tinggi, waktu tua ingin kerja di daerahnya sendiri dan lebih cenderung ingin bekerja di perusahaan minyak.
 
Perwakilan SKKMIGAS Jabanusa, Yustian Hakiki, mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini diharapkan akan muncul pengusaha bengkel yang handal, pengusaha catering yang maju dan pengusaha garmen/butik yang sukses. “Dianjurkan saling membantu agar sama-sama berhasil, jika ada pesanan dalam jumlah besar,” ujar Yustian.
 
Seperti yang dikatakan oleh Musyarofah yang berasal dari Desa Pelem. “Saya ikut pelatihan ini karena ingin mengembangkan apa yang selama ini saya bisa, terutama karena hobi saya memasak, saya ingin mengembangkan usaha catering.”
 
Sementara itu, Avicenia Darwis sebagai Vice  President Bidang Operasi SKKMIGAS telah berkunjung ke tempat pelatihan tersebut pada tanggal 15 Nopember 2018, sangat mengapresiasi masyarakat yang memiliki tekad besar untuk maju dan bergabung dalam pelatihan kewirausahaan ini.
 
Avi, juga sempat menyampaikan motivasi kepada para peserta pelatihan, antara lain; “Pintar-pintarlah dalam menggali diri dan mengoptimalkan kearifan lokal. Dan juga jadikan lingkungan tempat kita tinggal, desa kita, menjadi lebih berkembang dengan kemampuan yang kita miliki dan kita tingkatkan melalui pelatihan ini.”
 
Kunadi selaku JTB Site Office & PGA Manager, mengatakan bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan selama 20 hari kedepan. “Dalam pelatihan, setiap peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan bidang masing-masing,” ujar Kunadi.
 
Selain materi ajar, peserta pelatihan tata boga mendapatkan bantuan peralatan seperti mixer, kompor, oven, timbangan digital, penanak nasi/kukusan, blender, loyang. Sementara peserta tata busana atau garmen mendapatkan bantuan peralatan mesin jahit, mesin obras, gunting jahit, penggaris serta kelengkapan menjahit lainnya. Untuk peserta pelatihan mekanik atau bengkel motor mendapatkan bantuan peralatan kompresor dan perlengkapan alat servis motor.
 
“PEPC dari tahun 2015 sampai sekarang telah melaksanakan program pengembangan masyarakat, khususnya keterampilan kewirausahaan kepada 290 penerima manfaat di bidang migas dan di bidang non migas sebanyak 175 penerima manfaat,” imbuh Kunadi.
 
Kunadi juga memohon doa kepada seluruh peserta pelatihan dan masyarakat Bojonegoro agar PEPC dapat melaksanakan pekerjaan proyek JTB berjalan sesuai dengan target dan seluruh pekerja dapat bekerja dengan selamat. (lms)

Membanggakan, Inovasi Anak Negeri Sampai ke Turki

Sebelumnya

Pertamina Masuki Tahap Konstruksi Proyek FSRU dan Pembangkit Listrik Jawa-1

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi