Tahun 2018 Jerman Hancur Lebur, Joachim Loew Janji Bangkit  Kembali
Pelatih Jeman Joachim Loew
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Tahun 2018 ini Tim Sepakbola Jerman benar-benar hancur lebur. Setelah tersingkir di babak awal Piala Dunia Mei-Juni lalu, kini tim Panser terbenam pula di Liga Bangsa-Bangsa Eropa atau UEFA Nations League. 

Jerman yang 80 tahun  menjadi tim raksasa sepakbola dunia, malah terpuruk di Eropa. Jerman terdegradasi turun ke kasta kedua, yakni Grup B, menyusul kekalahan beruntun di Grup A Liga Bangsa-Bangsa Eropa.

Ya boleh dikata, tahun 2018 ini Jerman benar-benar kolaps setelah juara dunia 2014 silam. Sorotan tajam pun diarahkan ke pelatih  Joachim Lorw.  Apa pembelaan Loew?

“Kematian tim pada 2018 tidak terduga tetapi  ini bagian dari siklus normal dalam olahraga. Kami sekarang fokus pada apa yang perlu lakukan untuk bangkit kembali,” kata Joachim Loew sesaat setelah timnya terdegradasi ke kasta kedua Eropa, Minggu (18/11) WIB.

Meski Jerman masih akan menghadapi Belanda pada Selasa dinihari WIB, namun posisi Jerman tidak akan tertolong lagi dari jurang degradasi. Lorw hanya berharap pada pertandingan terakhir grup tidak makin menghancurkan Jerman.

Jerman mengawali tahun ini sebagai juara dunia dan sangat difavoritkan untuk mempertahankan Piala Dunia di Rusia. Namun mereka gagal di babak fase grup. Itulah capaia terburuk dalam 80 tahun sejarah tim Panser setelah 6 kekalahan dalam satu tahun kalender. 

“Kami sekarang ingin mengucapkan selamat tinggal (untuk 2018) dengan kinerja yang baik dan menunjukkan kepada fans bahwa kami berada di jalur yang benar untuk pemulihan, “ kata Loew dalam jumpa pers.

“Kami memiliki satu dekade naik ke puncak dan kadang-kadang bisa menjadi satu tahun di mana tidak ada yang berhasil,“ tambahnya. 

Dia mengatakan, ini adalah sesuatu yang benar-benar baru bagi dirinya. Sekarang kita telah mencapai fase di mana harus memperbarui hal-hal, meningkatkan, mulai dari awal. 

“Kita perlu menarik kesimpulan yang tepat dan mengambil langkah yang tepat,” kata Loew.

Jerman hanya  memainkan beberapa   bintang saat mengalahkan Rusia  3-0 pada hari Kamis. Joachim Loew secara bertahap mengubah timnya untuk mengurangi ketergantungan timnya pada  pemain inti Piala Dunia 2014.

Loew dia hanya memasang bek tengah Jerome Boateng dan  menjatuhkan bek tengah Jerome Boateng untuk dua pertandinga dan meninggalkan sesama juara dunia Thomas Mueller dan Mats Hummels di bangku cadangan.

“Jika Anda berpikir Anda bisa berada di posisi empat teratas di dunia untuk lebih dari 20 tahun, maka Anda tidak mengerti sepakbola. Sama seperti hidup. Terkadang Anda harus mulai turun lebih rendah. Kami adalah tim utama untuk waktu yang lama,“ kata Loew, yang telah melatih Timnas Jerman sejak 2006.

Pada laga grup Selasa dinihari,  Loew mungkin tidak akan menurunkan pemain sayap Marco Reus, yang mengalami cedera ringan yang juga membuatnya absen melawan Rusia. 

”Saya masih tidak tahu apakah dia akan bermain. Keputusan akan diambil malam ini atau besok. Kami akan melihat,“ katanya.  (cil)

Rohit Chand Tak Menyangka Terpilih Pemain Terbaik Liga Indonesia

Sebelumnya

Real Madrid Mulai Konsisten, Kini Posisi 4 Klasemen

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Sepakbola