Seorang Menteri Gerilyawan Yaman Membelot ke Kubu Arab Saudi
KOMENTAR

TILIK.ID,  Yaman-- Menteri penerangan di pemerintah gerilyawan Yaman telah membelot ke Arab Saudi, kata seorang pejabat pemerintah pada Ahad.

Abdul Salam Gaber telah melarikan diri dari Sana’a dan terbang ke Riyadh, kata pejabat tersebut —yang tak ingin disebutkan jatidirinya sebab ia tak berwenang berbicara kepada media.

Gaber dijadwalkan menghadiri taklimat yang direncakan digelar di Kedutaan Besar Yaman di Riyadh pada Ahad.

Belum ada komentar dari kelompok gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, mengenai pembelotan itu, kata Kantor Berita Anadolu —yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad sore. Tapi stasiun televisi pro-Al-Houthi Al-Masirah mengatakan Deifullah Ash-Shami kecewa diangkat sebagai menteri penerangan di pemerintah Al-Houthi.

Gaber adalah pejabat paling senior gerilyawan yang membelot sejak konflik Yaman meletus pada 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk Ibu Kotanya, Sana’a, Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan serangan udara yang memporak-porandakan di Yaman dengan tujuan membalikkan prestasi Al-Houthi.

Pada Sabtu, pasukan Pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, terus bentrok dan mendesak lebih jauh ke arah Kota Pelabuhan Laut Merah Hodeidah, yang strategis, setelah beberapa hari pertempuran sengit melawan gerilyawan Al-Houthi.

Pasukan yang setia kepada pemerintah, dengan dukungan pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi, bergerak maju di lapangan dan mulai memasuki sejumlah permukiman di Hodeidah setelah mengusir gerilyawan Syiah Al-Houthi.

Seorang perwira militer pro-pemerintah mengatakan melalui telepon kepada Xinhua bahwa pasukan pemerintah meraih kemenangan besar meskipun pertempuran sengit masih berkecamuk di jalan melawan petempur Al-Houthi di dalam Kota Hodeidah.

“Pasukan pemerintah berencana mengepung seluruh kota itu dari segala arah dalam beberapa jam ke depan dan hanya lima kilometer tersisa untuk mencapai pelabuhan di kota tersebut,” kata sumber militer itu.

Ia mengatakan pasukan pemerintah merebut Rumah Sakit 22 Mei dan hampir mencapai permukiman kuno Hodeidah, tempat banyak petempur Al-Houthi berlindung di dalamnya.

“Gerilyawan Al-Houthi terus mundur ke dalam daerah berpenghuni dan kelihatannya pertempuran besar akan terjadi di jantung Hodeidah dalam waktu dekat,” ia menambahkan. (oana/lms)

Anies Ikut Bahas Potensi Kerjasama Ekonomi dengan US-ASEAN Council

Sebelumnya

Begini Cerita Anies tentang Walikota Seoul

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Internasional