Pertamina-Bukit Asam Gandeng Perusahaan AS Percepat Hilirisasi Batubara
MoU Hilirisasi Batubara.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta-- PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk menjalin kerja sama strategis dalam mengembangkan produk batubara dengan Air Products and Chemicals Inc, perusahaan berbasis di Amerika Serikat.

Siaran pers Kementerian BUMN, di Jakarta, Kamis menyebutkan penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Allentown, Amerika Serikat pada Rabu (7/11) antara Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi, yang disaksikan Menteri BUMN Republik Indonesia, Rini Soemarno.

Menteri Rini mengatakan percepatan hilirisasi sektor pertambangan Indonesia merupakan langkah nyata Pemerintah mendukung terjadinya nilai tambah produk di sektor tambang sekaligus juga sebagai upaya mendukung penghematan devisa negara.

Proses hilirisasi di sektor tambang juga akan membawa dampak besar bagi Indonesia, terutama dalam mengantisipasi terjadinya defisit transaksi berjalan (CAD).

“Bukit Asam dan Pertamina turut aktif mewujudkan hilirisasi batubara. Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batubara bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor,” kata Rini.

Lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan gasifikasi batubara di Mulut Tambang Batubara Peranap, Riau untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan kerja sama Pertamina dengan Bukit Asam serta Air Products adalah langkah strategis bagi semua pihak, untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan DME dan SNG.

“Sekitar 70 persen LPG masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7 juta ton LPG. Pabrik gasifikasi batubara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional,” ujar Nicke.

Selain mewujudkan sinergi BUMN, Nicke menambahkan, kerjasama dengan PTBA dilakukan guna optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan hilirisasi yang dilakukan PTBA ini diperkuat dengan sumber daya batubara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batubara sebesar 3,3 miliar ton.

Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400 ribu ton DME per tahun, dan 50 mmscfd SNG.

Chairman, President and CEO Air Products Seifi Ghasemi menegaskan bahwa pihaknya sebagai pemilik teknologi gas industri seperti syngas dan DME, berkomitmen dan mendukung penuh program hilirisasi batubara tersebut.

“Kami bersungguh-sungguh menjadi bagian penting dari berdirinya industri dengan teknologi ‘upstream’ menghasilkan syngas dan kemudian diolah melalui teknologi ‘downstream’ baik untuk batubara maupun petrochemical,” ujar Seifi Ghasemi. (mdg/an/lms)

Rupiah Melemah, Tembus Rp 14.600 per Dolar AS

Sebelumnya

Membanggakan, Inovasi Anak Negeri Sampai ke Turki

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi