Insiden Lion Air  Bengkulu karena Faktor Arahan Petugas AMC
Sayap Lion Air yang menyenggol tiang parking stand 3 di Bandara Fatmawati Bengkulu.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta-- Corporate Communications Strategic dari Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengemukakan insiden Lion Air JT 633 rute Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) dipengaruhi arahan dari petugas Aircraft Movement Control (AMC). 

“Penerbangan JT-633 dengan registrasi pesawat PK-LGY, dalam pergerakannya telah mengikuti panduan dan petunjuk serta tanda dari personel Aircraft Movement Control (AMC) tersebut. Namun pada saat terjadi pergerakan lekukan ujung sayap menyenggol tiang koordinat,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan pilot telah menggerakkan pesawat sesuai dengan panduan dan petunjuk serta tanda yang diberikan oleh petugas Aircraft Movement Control AMC).

Berdasarkan dokumen resmi yang diterima Lion Air, personel Aircraft Movement Control (AMC) Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu menyatakan permintaan maaf kepada seluruh penumpang Lion Air nomor JT-633 yang mengalami keterlambatan terbang.

“Dalam dokumen resmi tersebut, sesuai pernyataan personel AMC dimana pesawat mengalami kerusakan pada ujung sayap (wingtip) setelah menabrak tiang parking stand nomor 3 pada saat taxi out menuju landas hubung (taxiway) A pukul 18.28 WIB,” jelasnya.

Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY yang sedianya lepas landas pukul 18.20 WIB dari Bengkulu dibatalkankan keberangkatannya.

Lion menyampaikan kronologis kejadian bahwa ketika pesawat bergerak menuju landas pacu (runway) ternyata ujung sayap menyenggol tiang lampu koordinat landas parkir (apron) bandar udara, sehingga mengalami kerusakan.

Penerbangan JT-633 mengangkut tujuh kru pesawat dan 143 penumpang telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat registrasi PK-LHM serta kru yang berbeda. Pesawat mengudara pukul 22.48 WIB dari Bengkulu dan sudah mendarat di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 23.50 WIB, Rabu (7/11). (mhs/an/lms)

Hamdan Zoelva: Selamat Ulang Tahun FORHATI

Sebelumnya

20 Tahun FORHATI, Ihlas Mengabdi untuk Agama, Nusa dan Bangsa

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional