Jaksa Agung Blunder, Bisa Berdampak ke  Elektabilitas Jokowi
Chuck Suryosumpeno
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Sebuah kasus hukum dipertontonkan secara kasat mata  oleh Jaksa Agung M Prasetyo. Jaksa senior dan punya reputasi internasional Chuck Suryosumpeno dijadikan tersangka tepat saat permohonan PK pencopotannya diterima Mahkamah Agung (MA).

Kasus bermula ketika Chuck Suryosumpeno dicopot malalui Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-192/A/JA/12/2015 pada 2 Desember 2015. Jaksa Agung menilai tindakan Chuck selaku Ketua Satgassus Kejaksaan Agung pada 2012 tidak sesuai prosedur. 

Sebagai Ketua Satgassus Kejagung, Chuck ditugasi melakukan negosiasi penjualan aset Hendra Raharja. Negosiasi itu berjalan sesuai produr dan sukses. Namun versi Jaksa Agung menilai negosiasi itu bermasalah sehingga Chuck dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan tinggi Maluku. 

Pencopotan dirinya tidak diterima. Chuck lantas menggugat  SK pemberhentian dirinya di PTUN.  Proses pengadilan akhirnya sampai ke tingkat Pengajuan Kembali (PK) ke MA. 

Tanggal 23 Oktober 2018, MA mengabulkan PK Chuck Suryosumpeno. MA meminta Kejaksaan Agung merehabilitasi nama baik penggugat. Sayangnya, di saat MA mengupload putusannya di website Mahkamah Agung, Jaksa Agung menjadikan Chuck tersangka dengan tuduhan penggelapan 
dalam kasus penjualan aset Hendra Rahardja tersebut.

Kuasa hukum Chuck, Sandra Nangoy menilai, penetapan tersangka itu adalah bentuk kriminalisasi yang dilakukan Jaksa Agung.  Bahkan bisa dikategorikan penzoliman. 

Lebih dari itu, Sandra juga menilai kriminalisasi terhadap Chuck itu bisa berdampak pada elektabilitas Jokowi menjelang Pilpres 2019 mendatang.

“Rakyat akan ragu memilih Presiden Jokowi kembali. Sebab, putusan MA  saja tidak dipatuhi oleh seorang Jaksa Agung. Jadi tidak ada jaminan kepastian hukum dan keadilan bagi rakyat Indonesia jika penegakan hukumnya saja gelap mata seperti preman ini,” kata Sandra.    

Chuck sendiri saat PK nya diterima mengatakan, Putusan MA tersebut sangat luar biasa dari institusi yang selama ini dia banggakan. “Semoga kejadian ini (pencopotan dirinya) tidak menimpa yang lain,” kata Chuck sehari setelah PK  nya diterima. 
 
Dia mengatakan, selama 35 tahun itu Chuck merintis karier dari nol. Berdinas di berbagai daerah di pelosok negeri.  Namun pengabdiannya seakan dianggap tiada karena penilaian sepihak.

“Tapi cita-cita saya terpaksa pupus hanya karena prasangka yang belum pasti kebenarannya,” ujar Chuck.

Bagi Chuck, perlawanan atas apa yang dialaminya adalah untuk pembelajaran positif kepada teman sejawat di Korps Adhyaksa. Meski butuh perjuangan yang tidak mudah.

Kuasa hukum Chuck, Sandra Nangoy  mendesak Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus atas penyalahgunaan wewenang Jaksa Agung Prasetyo yang telah melakukan kriminalisasi Terhadap Chuck Suryosumpeno.

“Jangan berharap penegakan hukum di Indonesia bisa adil, jika masih ada oknum pejabat dengan mudah mengkriminalisasi masyarakatnya. Penegakan hukum era Jokowi terbukti mandul dan tidak menepati janji kampanyenya,” kesalnya. (lms)

Pengacara Ahmad Dhani: Jaksa Tak Bisa Buktikan Subyek Hukum Ciutan Twitter

Sebelumnya

Giliran Presdir Lippo Karawaci Dipanggil KPK untuk Kasus Meikarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum