Yordania Sebut Israel Ingin Bahas Kesepakatan Tanah Perbatasan
KOMENTAR

TILIK.ID, Amman- Yordania pada Minggu menyatakan Israel meminta pembicaraan tentang kesepakatan lahan khusus, yang disepakati dalam perjanjian perdamaian mereka, yang ingin diakhiri pemerintah Yordania.

Di bawah perjanjian perdamaian itu, dua wilayah perbatasan diakui berada di bawah kedaulatan Yordania tapi memberi Israel ketentuan khusus untuk menggunakan tanah itu dan mengizinkan warga Israel bergerak bebas.

Yordania secara resmi memberitahu Israel dua pekan lalu bahwa negara itu tidak akan membarui kesepakatan 25 tahun atas Baquora itu, tempat sungai Yarmouk mengalir ke sungai Yordan dan di daerah Ghumar di gurun selatan, Wadi Araba, tempat petani Israel memiliki perkebunan besar.

Menteri Luar Negeri Ayman Safadi kepada Reuters sesudah keputusan itu menyatakan kerajaan tersebut menunggu Israel memohon ketentuan dalam perjanjian perdamaian itu untuk mengadakan pembicaraan setelah memberi perhatian sebelum tenggat.

Kantor berita negara Petra mengutip keterangan juru bicara pemerintah, Jumana Ghunaimat, yang mengatakan bahwa Yordania menerima permintaan Israel itu tapi tidak mengatakan kapan pembahasan tersebut dimulai.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui langkah Yordania dan menyatakan negaranya berusaha memasuki perundingan tentang kemungkinan memperpanjang aturan tersebut.

Aturan khusus 25 tahun itu akan dengan sendirinya dibarui kecuali salah satu pihak memberi tahu pihak lain setahun sebelum kedaluwarsa bahwa ia ingin mengakhiri perjanjian tersebut.

Safadi menyatakan kesepakatan itu, yang ditandatangani pada November 1994, dipahami sebagai pengaturan sementara sejak awal. Kerajaan tersebut merenungkan langkah itu beberapa waktu sebelum tenggat 10 November.

Raja Abdullah, yang menekankan wilayah itu adalah tanah Yordania dan akan tetap demikian, menyatakan langkah tersebut diambil demi “kepentingan negara” pada masa kawasan bergejolak.

Yordania adalah salah satu dari dua negara Arab memiliki perjanjian perdamaian dengan Israel dan kedua negara itu memiliki sejarah panjang hubungan erat terkait keamanan. Tapi, perjanjian tersebut tidak disukai di Yordania, tempat rasa bela Palestina tersebar luas. (rtr/ant/lms)

Pemerhati Energi Terbarukan Indonesia Laris Dipakai di Dunia Internasional

Sebelumnya

PBB Tolak Rancangan Resolusi AS untuk Mengutuk Hamas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Internasional