Pasca Dibatalkan UGM, Ferry MB Laris Manis Diundang oleh 6 Kampus
Ferry Mursyidan Baldan saat di ILC, Selasa malam (16/10).
KOMENTAR

TILIK.JD, Jakarta— Seminar Kebangsaan dengan topik Kepemimpinan Era Milenial dilarang digelar di Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta. Seminar yang digelar pada Juma 12 Oktober 2018 itu terpaksa dipindah ke sebuah rumah makan tal jauh dari Faperta UGM. 

Yang menarik, seminar dengan dua pembicara utama, yakni mantan menteri Ferry Mursyidan Baldan dan Sudirman Said itu, menjadi tema dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne yang dipandu Karni Ilyas itu pada Selasa malam (16/10). 

Di ILC, selain dua pembicara itu, hadir pula ketua Panitia Seminar Jibril, jurubicara Timnas Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Ryan Ernest, Jubir Badan Pemenangan  Nasional Prabowo-Sandi, Faldo Maldini, Prof Dr Salim Said, Effendy Gazali, dan Komisioner KPU Wahyu Setyawan.

ILC sendiri mengambil tema “Mengapa Sudirman Said dan Ferry Mursyidan dicekal UGM?  setelah kabar pembatalam acara seminar di Kampus UGM itu merebak dan menjadi viral di publik. Padahal seminar itu murni pada wilayah pemikiran, bukan wilayah politik.

Bagi Ferry, pembatalan seminar itu tidak masalah. Panitia telah legowo menerima pencabutan izin seminar. Daripada kasian mahasiswa sudah berusaha menyiapkan acara namun dibatalkan, alangkah dilanjutkan saja di tempat lain.

“Kasian kan, kita memahami kerja-kerja panitia agar tidak kecewa jadi kita lanjutkan saja di tempat lain. Acaranya jalan, pesertanya datang, dan sertifikatnya pun dapat,” kata Ferry di ILC, Selasa malam (16/10).

Menurut mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang ini, pembatalan di UGM justru membuat dirinya jadi laris. “Dan dari sini, ada 6 kampus yang sudah mengundang saya sebagai pembicara,” ungkap Ferry.

Hanya saja Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992 ini tidak ingin menyebut kampus yang mengundangnya seminar tersebut.  “Yang pasti ada enam sudah menyampaikan unndangannya,” kata Ferry lagi.

Sebelumnya Ferry mentweet pembatalan seminar di Faperta UGM tersrbut. Cuitan Ferry itu dilike oleh 2.299 akun dan dikomentari oleh 2.244 akun. Ferry memention cuitannya itu ke Ganjar Pranowo yang ikut membuat ramai.  Perdebatan di ranah publik itu akhirnya masuk jadi program ILC. 

Di ILC yang cukup dinamis, tampak beradu debat justru dua juru bicara yang tengah berhadapan di pilpres 2019. Yakni Ryan Ernest dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin dan Faldo Maldini dari tim Prabowo-Sandiaga.

Keduanya angkat suara terkait persepsi publik, termasuk pihak UGM, memandang seminar di UGM Yogyakarta bernuansa politik, sehingga Dekan Faperta  melarang dengan mencabut izin seminar itu. 

“Dalam politik, tidak ada yang serba kebetulan. Semua selalu ada desain dan 
skenarionya. Pertanyaan saya mengapa panitia ini tidak mengundang dari kubu lain?” tanya Ryan Ernest.

Kritikan Ryan itu direspons jurubicara Prabowo-Sandi, Faldo Maldini. Menurutnya, seminar di Yogyakarta murni forum pemikiran. Tidak ada kampanye, dan temanya pun lagi ramai.

“Jadi kalau ada yang menyebut acara di Yogya itu adalah ajang kampanye dari pendukung Prabowo-Sandi, saya pastikan tidak,” kata Faldo.

Hal sama dikemukakan Jibril sebagai pelaksana seminar.  Bahwa ini murni forum pemikiran. “Sebenarnya kami ingin mengundang yang lain tapi kami tidak punya akses,” jawab Jibril menjawab Ryan.

Komisioner KPU Wahyu Setyawan mengatakan, aturan KPU jelas, kampanye tidak diizinkan di kampus dan rumah ibadah. Silakan datang di acara apun asalkan tidak berkampanye.

“Kalau caleg, capres atau peserta pemilu, datang ke kampus ya tentu bebas saja. Tapi tidak boleh berkampnye. Di mana pun silakan datang, namu siapapun tidak boleh berkampanye di kampus dan rumah ibadah,” ujarnya.  (lms)

Pembobolan Tiket Singapore Airlines Dibongkar

Sebelumnya

Bundaran Senayan-Sudirman Macet Pasca Persija vs Mitra Kukar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News