Pro-Kontra Cuitan Ferry M Baldan di Twitter
Suasana seminar di luar UGM.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta—  Seminar Kebangsaan dengan topik Kepemimpinan Era Milenial yang digelar di auditorium Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada menjadi heboh. Pasalnya tiga jam sebelun seminar dibuka, Dekan Fakultas Peternakan mencabut izin acara itu. Artinya acara itu batal digelar di kampus UGM. 

Atas pembatalan acara pada Jumat 12 Oktober 2018 itu, panitia kemudian memindahkan acaranya di tempat lain dan sukses. Namun pembicara utama seminar Ferry Mursyidan Baldan  dan Sudirman Said mempertanyakan pencabutan izin seminar itu. 

Ferry misalnya, langsung bercuit-cuit di twitter. Dalam beberapa menit, cuitannya pun langsung mendapat reaksi beragam. Pro kontra pun terjadi, meski banyak yang membela mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang itu. 

Tambah seru  karena cuitan Ferry tersebut mencolek atau mementions @ganjarpranowo.  Dalam kalimatnya,  Ketua Umum PB HMI 1990-1991 itu menulis:

“Se-umur2 jadi Aktivis (sejak 1980) baru kali pertama alami hal yang aneh, lucu dan menyedihkan : sekitar 3 jam seb acara Panitia diminta pindahkan acara, kl gak diancam DO, ketika diajak berargumen, Pihak UGM mbulet.. ‘pokoknya gak boleh’, colek Om @ganjarpranowo || 12 Okt 2018”

Sampai saat ini cuitan Ferry sudah di-retweets sebanyak 2.244 akun dan 2.996 like. Namun tidak sedikit memberikan dukungannya kepada mantan anggota DPR RI tiga periode itu. 

“Kampus macam apa @UGMYogyakarta ini? Membrangus pikiran. Bukankah ini harusnya pabriknya pikiran?” komentar akun @sahabatkarib_mu.

Akun lain, @innamei menulis: “Lebih parahhh dr orba sprtinya...rezimm panikk tingkat dewaa...👊😏”

Colekan Ferry ke Ganjar Pranowo juga ditanggapi. Sebagian kecil mencemoh mengapa mencolek Ganjar.  Bukankah UGM ada di Jogjakarta, sedangkan Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jateng?

“Coleknya mestinya ke ngarso dalem gurbernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau paling ke rektorat UGM dgn tembusan kemendikti DIY dan kopertis V,” tulis akun @hardiman343.

Soal ini, Ferry mencolek Ganjar Pranowo sebagai ketua umum Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama), bukan sebagai gubernur.

Rocky Gerung hadir membela Ferry. Rocky menulis keras: “BETAPA BODOHNYA yg mengira @TheOfficialFMB ‘colek gubernur’. 
Beliau ini tidak seDUNGU kalian. Sudah dungu, gak punya malu.. Kasihan sekali kalian...

Ferry kemudian melapirkan foto-foto acara yang telah dipindahkan. Salah satunya foto suasana diskusi dan ketika dirinya di meja panelis. 

Akun lain ikut mengkritisi UGM. “Bukannya beberapa menteri dan pejabat kabinet kerja alumni ugm???nggak aneh lagi kl dilarang... punya kekuasaan toch,” tulis akun lain. 

Mayoritas netizen juga menyebut pelarangan seminar itu adalah bentuk kepanikan penguasa. 

“Ketakutan atau panik? Padahal TDK melanggar hukum? Negri ini mang jadi banyak yg aneh aneh.. mereka boleh ini gak boleh... Masa mau begini terus ini negri ???? Jadi ingat omongan JK wapres,” tulis akun  @debe82209008. 

Sedangkan akun @agusdadang02 dengan bahasa sarkastis menulis:  Kan sudah ganti jadi Universitas Pancasila versi NKRI harga mati 😂
 
 Ancaman DO kepada penyelenggara  tak luput dari kritikan.   Akun @widi_oke2002  menciut juga.
 
“Segitunya sampai diancam DO, kayak mau makar saja,” katanya.
 
 Sedangjan akun @hardimanzt:
 Heran skrng, diskursus publik di kampus dibrangus kalo gak sesuai dengan haluan politik petahana.. Padahal kampus ada tempat untuk bertukar pikiran.. Toh kalaupun pihak petahana kurang setuju dgn seminar bgni tinggal dtng dan simak, kalo ada yg gk setuju tinggal adu argumen saja? 
 
“Maka nya saya larang keponakan saya ke UGM kuliah,”  tambah @sandymanli,
 
‪Akun lainnya menjelaskan: Kampus adalah agen perubahan. Jaman 60an dan 70an kampus bahkan menjadi agen perubahan politik. Jadi dalam sejarahnya kampus tidak steril dari politik. Di kampus ada kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik. Yang terjadi di UGM ini menafikan kebebasan mimbar akademik.‬ (lms)

Hamdan Zoelva: Selamat Ulang Tahun FORHATI

Sebelumnya

20 Tahun FORHATI, Ihlas Mengabdi untuk Agama, Nusa dan Bangsa

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional