Eni Saragih Ingin Libatkan Idrus Marham, Setnov Tidak Mau
eni saragih (foto:dpr)
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta--Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih mengungkapkan dirinya ingin Idrus Marham diikutsertkan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

"Saya sering 'curhat' sama Pak Idrus. Malah saya sampaikan pada Pak Novanto kalau Pak Idrus diikutsertakan biar tahu pengurusan proyek ini tetapi Pak Novanto tidak mau Pak Idrus tahu," kata Eni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis.

"Ini uang gede, tidak usah lah Pak Idrus tahu, Pak Idrus yang kecil-kecil saja," tambah Eni mengutip ucapan Setya Novanto.

Eni mengaku akhirnya itupun diceritakannya secara diam-diam ke Idrus Marham.

Eni menjadi saksi untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited.

Selain itu, Eni juga meminta kepada Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir untuk berbicara dengan Kotjo agar memperhatikan Idrus.

"Saya berinisiatif, saya tahu Idrus betul-betul bekerja untuk partai. Saya tahu ini akan dapat sesuatu nanti, saya inisiatif ke Sofyan Basir agar perhatikan Idrus. Kalau ada rezeki tolong diperhatikan," ucap Eni.

Eni mengaku ingin Idrus diikusertakan karana saat itu Idrus menjadi Plt Ketua Umum Partai Golkar setelah Novanto terlibat dalam kasus korupsi proyek KTP-elektronik (KTP-e).

Selain itu, ia juga saat itu berpikir bahwa orang akan menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Novanto adalah Idrus Marham.

"Harapan saya waktu itu yang jadi ketua umum adalah Pak Idrus. Makanya karena saya loyal pada pimpinan dan partai, apa yang saya kerjakan harus semuanya tahu, karena itu saya sampaikan ke Pak Idrus. Bagi saya, saya bukan siapa-siapa kalau bukan representasi partai. Waktu itu saya pikir Idrus akan jadi ketua umum partai," ungkap Eni.

Kotjo didakwa menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang saat itu Plt Ketua Umum Partai Golkar senilai Rp4,75 miliar.  Tujuannya adalah agar Eni membantu Kotjo untuk mendapatkan proyek "Independent Power Producer (IPP)" Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company (CHEC), Ltd. (ben/ant/imf)

 

KPK Geledah Kantor Lippo Group dan Rumah Bupati Bekasi

Sebelumnya

Polda Kalbar Musnahkan 4,1 Kilogram Sabu-sabu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum