BMKG: Gempa Situbondo, 8 Luka
gempa situbondo (foto: BMKG)
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Situbondo, Jawa Timur, yang terjadi pukul 01.44 WIB, disebabkan oleh sesar naik Flores. Hasil penelitian ilmuwan, sesar tersebut memang sedang aktif di beberapa bagian.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, aktifnya sesar naik Flores ini disebabkan oleh pengaruh tumpukan tiga lempeng yang juga sedang aktif. Kondisi ini, lanjut dia, sangat menarik karena unik. Oleh karena itu, perlu dibuat peta baru tentang sesar tersebut.

"Melihat pagi ini ada aktivitas gempa di antara Situbondo dan Sumenep, maka tampaknya memang berdasarkan dari pola mekanismenya ada hubungan benang merah yang ada di Flores. Ini menjadi kejadian yang menarik, perlu dipetakan dan perlu dibuat peta baru,” ujar Rahmad di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Ia menjelaskan, Indonesia memang masuk dalam kawasan seismik aktif dan kompleks. Ada 6 zona subdaksi di Tanah Air.

"Masing-masing zona subdaksi masih dirinci lagi menjadi segmen-segmen megathrust yang berjumlah 16. Sesar aktif teridentifikasi 295 sumber gempa sesar aktif," lanjut Rahmat dalam konferensi pers soal gempa Situbondo ini.

BMKG mencatat ada 14 kali lindu susulan usai gempa Situbondo, Jawa Timur bermagnitudo 6,3 yang mengguncang Kamis dini hari tadi. Namun, kekuatan lindu susulan ini tidak sebesar gempa Situbondo pukul 01.44 WIB tadi.

Sementara itu, sejauh ini selain tiga orang korban meninggal, terdapat delapan orang luka-luka akibat gempa dengan magnitude 6,4 di Situbondo, Jawa Timur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sejauh ini pendataan masih terus dilakukan.
Data korban yang dirilis sementara berdasarkan hasil pendataan hingga pukul 9.00 WIB. Berikut nama-nama korban luka-luka yang dirilis BNPB:

1. Sudik 65 tahun, warga Dusun Wakduwak desa Pancor Kecaatan Gayam, Sumenep. 
2. Ny Rinami 70 tahun, warga Dusun Guder deje Desa Nyamplong Kecamatan Gayam, Sumenep.  
3. H Samsu 60 tahun, warga Dusun Kon Lao', Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.  
4. Su'aida 55 tahun, warga Dusun Kon Lao'. Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.  
5. B Muhawiya, warga Dusun Karang Nyior, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep. 
6. Aswiya, warga Dusun Pancor, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Sumenep. 
7. Nasiya 60 tahun, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep. 
8. Sarwini 50 tahun, warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.
Sutopo mengatakan, seluruh korban luka-luka akibat terkena robohan tembok rumah. Selain daftar nama delapan korban luka-luka, BNPB juga merilis tiga nama korban meninggal dunia.
1. Nuril Kamiliya (P/7), Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.
2. H. Nadhar (L/55), Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.
3. Buhama (L/65), Dusun Karang Nyior, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep. (Akiba tertimpa tembok rumah roboh).
Sutopo menyatakan bahwa data korban gempa bumi di Situbondo pagi ini masih dapat bertambah. "Perkembangan data akan disampaikan berikutnya," ujarnya. (jay)

Gempa 5,3 SR Landa Aceh Barat

Sebelumnya

Polresta Surabaya Gelar Istigotsah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa