Polemik Rujukan Berobat, Warga Surabaya Bebas Pilih Rumah Sakit
Seorang dokter TNI sedang memeriksa warga. Foto: Net
KOMENTAR

TILIK.ID, Surabaya- Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jatim menyatakan masyarakat "Kota Pahlawan" bisa memilih rumah sakit berdasarkan Peraturan Direktur Jaminan Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengenai rujukan berobat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rahmanita, di Surabaya, Kamis mengatakan pihak BPJS Kesehatan sudah menjelaskan aturan baru rujukan berobat yang sebelumnya sempat meresahkan masyarakat Surabaya pada saat rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Surabaya beberapa hari lalu.

"Sudah disampaikan bahwa pasien bisa langsung memilih rumah sakit tipe C tanpa harus melalui tipe D," katanya.

Menurut dia, penjelasan dari BPJS Kesehatan Surabaya tersebut melegahkan warga Surabaya.

Apalagi, lanjut dia, Kota Surabaya selama ini sudah memiliki program e-Health atau pendaftaran pasien secara daring. E-Health tersebut, lanjut dia, saat ini sudah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) yang sudah terintegrasi dengan rumah sakit daerah di Surabaya.

"Kami berusaha agar pasien di lapangan tidak terlantar atau mengalami kesulitan," ujarnya.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surabaya Moch Cucu Zakaria sebelumnya mengatakan bahwa sejak diberlakukan aturan baru tersebut pada akhir Agustus lalu, sistem rujukan daring BPJS Kesehatan masih memberikan kebebasan pasien untuk dirujuk dari faskes tingkat pertama ke rumah sakit tipe C atau ke rumah sakit tipe D.

"Kalau sistem P-Care yang hanya menampilkan pilihan rujukan ke rumah sakit tipe D saja. Kami pastikan itu adalah sistem yang lama, sebelum diberlakukan di bulan Agustus saat uji coba," kata Cucu.

Ia menegaskan saat ini fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama bisa langsung merujuk pasien ke rumah sakit tipe C. Jadi, dalam sistem P-care akan muncul opsi rujukan ke rumah sakit tipe D atau tipe C.

Tak hanya itu, lanjut dia, faskes tingkat pertama juga dimungkinkan untuk merujuk langsung ke tipe B dengan syarat apabila rumah sakit tipe D dan rumah sakit tipe C sudah 60 hingga 80 persen penuh.

"Kalau semua dibuka di sistem, maka akan rancu. Ketika yang jauh belum penuh, maka harus penuh dulu. Jadi dari faskes pertama, masih bisa milih sampai tingkat C, kalau B atau A dengan syarat sudah 60-80 persen penuh," katanya.

Selain itu, Cucu juga menegaskan faskes tingkat pertama juga masih bisa merujuk ke rumah sakit tipe B jika dokter spesialisnya tidak ada di rumah sakit tipe C dan tipe D.

Tapi, kata dia, jika dokter spesialisnya ada di rumah sakit tipe C dan tipe D, maka harus dirujuk ke sana dulu. "Kecuali pasien gawat darurat ya bisa ke manapun," katanya. (abd/ant/iwk)

Gempa 5,3 SR Landa Aceh Barat

Sebelumnya

Polresta Surabaya Gelar Istigotsah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa