Ferry M Baldan Kunjungi Daerah Bencana dan Posko Bantuan HMI-KAHMI di Palu
Ferry M Baldan di lokasi terparah dampak bencana di Palu, Rabu (10/10). Di latarbelakang tampak alat berat mengais-ngais mencari korban yang tertimbun. foto: acil/tilik.id
KOMENTAR

TILIK.ID, Palu— Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1990-1992  yang juga mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan tampak warawiri di Kota Palu, Rabu (10/10).  Dia mendatangi lokasi-lokasi terparah akibat gempa Palu, Sigi dan Donggala.  

Salah satu yang dikunjungi adalah kawasan Perumnas Belaroa. Perumahan ini rata dengan tanah akibat gempa yang mengguncang Palu-Donggala 28 September lalu. 

Sebelum ke lokasi yang terkena gempa, Ferry menyempatkan ziarah ke makam pendiri Al Khaerat, KH Idris Salim Al Jufri, yang terletak di komplek masjid Al Khaerat di Kota Palu. Ferry tampak bersama Sofhian Mile, mantan  Bupati Luwuk Banggai dan anggota DPR tiga periode.

Dari masjid Al Khaerat, Ferry ke lokasi-lokasi bencana terparah. Salah satunya Perumnas  Belaroa.  Di sana Ferry melihat dari dekat  Tim SAR yang tengah bekerja mencari korban tertimbun bumi. 

Usai melihat dari dekat lokasi-lokasi gempa, Ferry dan  Sofhian Mile menuju ke Posko  Bantuan Bencana Alam HMI Cabang Palu dan Posko KAHMI Sulteng. Di markas HMI Palu berdiri pula posko bantuan bencana Kohati Cabang Manado.

Ferry datang menyemangati relawan-relawan HMI dan KAHMI sambil bersilaturahmi. Terkait bencana gempa dan tsunami, Ferry mengatakan penanganan bencana tidak mudah. Juga penanganan pasca bencana itu sendiri. 

“HMI dan KAHMI tidak mungkin bisa berbuat banyak pada level bencana besar seperti ini. Yang bisa dilakukan adalah mengisi yang belum dilakukan orang. Jadi lebih fokus pada apanya, dan pada siapa sasarannya,” kata Ferry. 

Selain itu, tambah Ferry, penanganan pasca bencana lebih panjang. Sangatlah berat  bagibrelawan luar mau berlama-lama di daerah bencana. 

“Masalah jangka panjang hendaknya ditangani teman-teman kita di daerah. Tinggal koordinasi dan suplai bantuan yang dibutuhkan,” katanya. 

Usai bersilaturahmi di markas HMI Palu, Ferry selanjutnya menyambangi tokoh alumni HMI Tatang Rahmat yang juga mendirikan posko. Tatang menceritakan sejauhmana progres bantuan dan perkembangan poskonya. 

Selanjutnya Ferry ke Posko KAHMI Sulteng yang terletak di Jalan Kijang.  Di sini, Ferry pun berdialog banyak tentang bencana. Dan Ferry kembali mengapresi langkah KAHMI Sulteng dan memberi semangat kepada relawan di posko.  (lms)

Hamdan Zoelva: Selamat Ulang Tahun FORHATI

Sebelumnya

20 Tahun FORHATI, Ihlas Mengabdi untuk Agama, Nusa dan Bangsa

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional