KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Gempa bumi yang mengguncang Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah meluluhlantakkan bangunan di dua kota tersebut. Parahnya,  gempa bumi tersebut menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. 

Pesisir Kota Palu dan Donggala pun disapu gelombang setinggi 0.5 sampai 3 meter.  Korban meninggal telah mencapai 450 orang kurang lebih. 

Korban tsunami bergelimpangan di sekitar pantai, sementara ratusan lainnya terjebak di reruntuhan hotel dan mall sejak Jumat (27/9).

TILIK.ID mendapat kiriman video berdurasi 3 menit lebih yang memperlihatkan perjalanan gelombang tsunami dari laut menuju pantai. Seorang laki-laki  di atas gedung anjungan pantai melihat dari kejauhan datangnya gelombang tsunami tersebut.

Dia pun berteriak-teriak meminta ibu-ibu yang masih di halaman mall untuk cepat naik ke atas karena tsunami makin dekat.

“Lari ke atas bu, tsunami. Naik bu..! Naik bu..! Naik ke atas, bu. Cepat cepat. Ada tsunami bu. Naik bu, naik cepat!  Ada air ada air..  Itu  tsunami!!”  teriak lelaki dari lantai atas mall.

Tak lama, tsunami menghantam pantai. rumah-rumah disapu air, kendaraan terseret. Lalu 2 menit kemudian datang lagi gelombang yang lebih besar menghantam. 

Orang-orang histeris. Lelaki itu meneteskan air mata, tersedu-seduh. “Inilah tsunami. Inilah tsunami. Ya Allah tsunami. Ini tsunami,” katanya menahan tangis.

BMGK sendiri pada Jumat 28 September 2018  sudah menyampaikan informasi adanya gempa dengan kekuatan 6 skala Richter yang terjadi pada pukul 13.59 WIB. Sorenya terjadi lagi gempa pada pukul 17.02 dengan kekuatan 7.7 SR namun direvisi menjadi 7.4 SR. 

BMKG mengeluarkan peringatan tsunami dengan status Siaga di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

Pada pukul 17.36, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami. Namun berikutnya tsunami  bergelombang menghantam Palu. (acl)
 

Kamis Subuh, Simeulue Aceh Kembali Diguncang Gempa Susulan 4.1 SR

Sebelumnya

Gempa Guncang Kaur dan Simeulue Aceh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News