Komisi Yudisial Akan Pantau Praperadilan Gunawan Jusuf
Ilustrasi.Foto:merdeka.com
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta - Komisi Yudisial (KY) menyatakan akan mengawasi proses persidangan praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf terhadap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saya tegaskan di sini bahwa melakukan pemantauan sidang berdasarkan permohonan pihak siapa pun dari elemen masyarakat sama sekali bukan berarti KY berpihak, melainkan akan fokus pada perilaku hakim," Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta menjawab pertanyaan di Jakarta, Jumat.

Gunawan mengajukan praperadilan terkait dengan statusnya sebagai saksi terlapor dalam perkara dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Gugatan praperadilan sudah didaftarkan nomor 102/Pid.pra/2018/PNJktSel pada tanggal 30 Agustus 2018. Sidang praperadilan ini akan dilangsungkan mulai Senin (24/9).

Sukma menegaskan bahwa pemantauan oleh KY atas proses persidangan, termasuk praperadilan Gunawan Jusuf, bukan untuk berpihak kepada pihak tertentu meski ada pengaduan dari masyarakat.

"Selama ini KY selalu melakukan pemantauan persidangan atas permintaan masyarakat, termasuk atas persidangan praperadilan, katanya.

Pengawasan yang dilakukan KY adalah untuk menegaskan peradilan yang adil dan transparan serta berintegritas.

Sukma mencontohkan apakah hakim yang menyidangkan suatu perkara menjalankan sesuai dengan hukum yang berlaku, kemudian berperilaku sesuai dengan kode etik hakim, yakni melihat hakim berperilaku imparsial (tidak berpihak), memberi kesempatan yang sama pada para pihak dan lainnya.

"KY memperlakukan semua permohonan pemantauan dari masyarakat secara setara (equal)," katanya.

Sementara itu, advokat senior Denny Kailimang meminta KY agar mengawasi proses jalannya sidang praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Denny selaku kuasa hukum Toh Keng Siong mengadu ke KY yang mengawasi etika hakim itu.

Toh Keng Siong merupakan pengusaha yang melaporkan Gunawan Jusuf ke Bareskrim Polri atas perkara dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebaliknya, Gunawan malah mempraperadilankan Bareskrim Polri atas statusnya yang masih jadi saksi terlapor dalam kasus tersebut.

"Saya diminta bantuan oleh seorang pengusaha dari Singapura yang memberikan suatu investasi pinjaman kepada pengusaha Indonesia, dia merasa sangat dirugikan maka dia melapor pertama ke kepolisian," kata Denny.

KY, kata dia, sudah menerima laporannya dan nanti dilanjutkan untuk melakukan tindak suatu pengawasan sesuai dengan tugasnya yang diminta oleh masyarakat, apalagi ini seorang pengusaha dari Singapura.

"Saya bawa surat-surat dari pengusaha Toh Keng Siong yang merupakan warga negara Singapura, surat langsung dari Singapura saya bawa," ujarnya di Kantor KY.

Ia mengatakan bahwa Toh Keng Siong sudah beberapa kali membuat laporan, tetapi tidak mendapatkan keadilan.

Laporannya telah diproses oleh Bareskrim Polri. Namun, Gunawam Yusuf mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.(jks/ant/iwk)

KPK Geledah Kantor Lippo Group dan Rumah Bupati Bekasi

Sebelumnya

Polda Kalbar Musnahkan 4,1 Kilogram Sabu-sabu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum