Kisah Pilu Bupati Lombok Utara yang Berkantor di Kontainer
Bupati Lombok Utara Nazmul Akhyar (foto: Iman/TILIK.ID)
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta--Kisah pilu gempa Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) seolah belum berakhir. Selain kisah ribuan sekolah yang rusak, sarana ibadah yang hancur juga kisah Bupati Lombok Utara yang juga menjadi korban. "Di Lombok Utara sudah tak ada rumah yang berdiri.Jumlah orang meninggal terbanyak mencapai 477 jiwa. Sekarang kami dari tenda ke tenda," ujarnya saat menceritakan pengalamannya, dalam acara diskusi di Graha KAHMI, Jakarta, Jumat (14/9/2018). 

Namun, karena pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti, maka di hari kedua setelah gempa bupati menerima bantuan truk kontainer. Kontainer itulah yang kini menjadi kantor darurat untuk melayani masyarakat, seperti urusan kependudukan dan catatan sipil. Maklum, kantor bupati tidak bisa digunakan bahkan masih diberi garis polisi (police line). 

Sementara infrastruktur publik yang paling banyak mengalami kehancuran adalah masjid dan sekolah. Dan di masjid pula banyak ditemukan korban meninggal. "Kejadian gempa itu waktu isya, dan insya Allah mereka yang meninggal di sana syahid," ujarnya.

Pengalaman pilu juga diceritakan Budi Erawan  dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Menurut Budi, di hari kedua gempa, banyak pegawai hotel datang masih mengenakan seragam kerja, namun tidak bisa bekerja dan tampak bingung karena hotel rusak. "Apalagi gempa itu datang susul-menyusul," katanya. Karena itu, sektor yang paling terdampak dari gempa Lombok adalah pariwisata. (imf)     

Tambang Emas Martabe Dukung FK PUSPA Tapanuli Selatan

Sebelumnya

Puluhan Santri di Garut Keracunan Makanan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa