Sandi Minta DPT Ganda Disisir Ulang
Sandiaga Uno (foto: TILIK.ID)
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta - Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno desak  KPU untuk menyisir kembali adanya dugaan DPT ganda di sejumlah daerah. Karena hal ini merugikan masyarakat  pemilih, selain merusak demokrasi dalam Pemilu.

" Mari kita sisir sama-sama. Mari kita apresiasi KPU yang sudah akomodir dugaan DPT ganda ini diselesaikan segera. Mari kita sisir lagi dipastikan namanya sama orangnya ada dan masih hidup," ujar Sandiaga , Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, ada satu pemilih yang tidak bisa memakai hak politiknya saja mencoreng citra pemilu yang jujur dan adil, apalagi ini temuan DPT ganda jumlahnya banyak. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  mestinya juga melakukan cross check terhadap data-data kependudukan yang ada.

"Karena ini bukan hanya konsen kami, tapi juga konsen semua rakyat Indonesia, konsen KPU, Bawaslu. Begitu juga konsen dari Presiden ingin pemilu jujur adil,"  ujarnya.

Sebelumnya para Sekjen koalisi pengusung bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti persoalan DPT. Koalisi Prabowo-Sandiaga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mematangkan jumlah DPT yang akan dipakai di dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Karena satu saja kegandaan itu sudah mengadung cacat pemilu kita," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jalan Daksa, Jakarta, Kamis kemarin.

Yandri mengatakan, koalisi Prabowo-Sandi akan terus mengawal persoalan DPT tersebut hingga persoalan kegandaan DPT tersebut tuntas. Rencananya hari ini tim teknis Prabowo Sandi akan bertemu dengan KPU untuk memastikan semua DPT benar-benar jelas.

"Kami mengusung DPT yang bersih sama seperti semangat KPU bahwa kita ingin memastikan pemilu kali ini persoalan DPT yang selama ini DPT ganda," ujarnya.(jay)

Sandi Minta Restu KH Mahfudz Asirun

Sebelumnya

Deklarasi Damai Dilanggar, KPU Mengaku Tak Bisa Atur Pendukung

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik