Dampak Gempa Lombok Lebih Berat Daripada yang Diberitakan
diskusi tentang bencana lombok dalam rangka ulang tahun KAHMI ke 52 (foto: iman/TILIK.ID).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta-- Gempa yang menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghancurkan rumah dan infrastruktur pendukungnya. Bahkan, saat ini dampak dari gempa tersebut lebih berat daripada yang diberitakan media-media. Misalnya, hingga kini kantor Bupati Lombok  Utara masih diberi garis polisi. "Dan bupatinya pun menjadi pengungsi, tinggal di tenda darurat," kata Anthony Hilman, SH Koordinator KAHMI Tanggap Bencana saat membuka diskusi  dengang tema “Membangun Komitmen Percepatan Bantuan dan Rehabilitasi Bencana Gempa Lombok" dalam rangka Ulang Tahun ke-52 KAHMI di  Graha KAHMI, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Hampir semua rumah di Kabupaten Lombok Utara hancur dan salah satu yang paling terkena dampak paling parah adalah sektor pendidikan. Infrastuktur pendidikan habis semua sehingga per hari ini Kabupaten Lombok Utara memerlukan sedikitnya 1.700 tenda untuk kegiatan pendidikan. 

Kementerian Pendidikan sudah memberikan bantuan tenda untuk penyelenggaraan pendidikan darurat, termasuk memberikan bantuan stimulan sebesar sepuluh juta rupiah kepada tenaga guru yang menjadi korban gempa. Namun, kata Bupati Lombok Timur, Drs. H.M. Sukiman Azmy, MM,  sebagian besar bantuan untuk penyelenggaraan kelas darurat disediakan oleh para relawan/ organisasi non pemerintah. “Oleh karena itu dengan tidak mengurangi rasa hormat atas apa yang sudah dilakukan pemerintah melalui berbagai Kementrian/lembaga yang ada, saya berharap agar pembangunan sekolah dipercepat,” kata  Sukiman, yang turut hadir menyampaikan paparannya dalam diskusi tersebut.

Sukiman menambahkan, pemberian bantuan stimulan terhadap para guru-guru sekolah umum ternyata menimbulkan persoalan baru, mengingat sampai hari ini guru-guru madrasah/pesantren tidak menerima bantuan serupa. “Boleh saja ada sekolah swasta dan sekolah negeri, tapi namanya anak sekolah adalah semua anak negeri. Jadi tolong jangan dibeda-bedakan”, kata Sukiman yang juga menyayangkan sampai hari ini Menteri Agama belum pernah berkunjung ke Lombok sekalipun.

Nara sumber yang hadir dalam diskusi ini adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei serta Dirjen Bina Cipta Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Danis H Sumadilaga, M.Eng Sc. Selain itu panitia juga menghadirkan sejumlah kepala daerah dari Provinsi NTB sebagai nara sumber, yaitu: Bupati Lombok Timur, Drs. H.M. Sukiman Azmy MM, . Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH. dan  Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid S.Ag.  Para bupati itu hadir, selain karena ingin menyampaikan paparan dan informasi  terkini, juga karena mereka adalah mantan aktivis HMI yang kini menjadi keluarga besar KAHMI. (imf)    



 

 

Respons Wiranto Terkait Viralnya Foto Keluarga Pakai Cadar

Sebelumnya

Ini Ancaman Terbesar Bangsa Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional