Prabowo Deklarasi  Tanpa Partai Demokrat
Tandatangan parpol pendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Jalan Kerganegara sebelum deklarasi. foto: jay/tilik.id
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta-  Berkali-kalinya pertemuan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan malah menyatukan dalam koalisi pengusung capres, namun justru pecah kongsi. Itu terlihat saat penandatanganan dukungan parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis malam.

Ya deklarasi  capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akhirnya hanya diteken oleh Partai Gerindra, PKS dan PAN. Padahal, Demokrat sebelumnya melalui SBY menyatakan  solid mendukung Prabowo. 

Tadi  pun, sebelum penandatanganan pencalonan dan deklarasi, Prabowo dan Sandiaga Uno kembali menyambangi kediaman SBY. Kamis pagi pun Prabowo masih sempat mendatangi SBY. Hasilnya Demokrat tidak ikut deklarasi. 

Itu pula yang membuat tertundanya beberapa jam deklarasi. Dalam deklarasi, 
Prabowo secara langsung umumkan cawapresnya di kediaman di Jalan Kertanegara Jakarta, Kamis (9/8) malam.

Prabowo  didampingi sejumlah pengurus DPP Gerindra, pengurus DPP PAN dan PKS. Tampak hadir dari PAN, Ketumnya Zulkifli Hasan dan Amien Rais. Sementara dari PKS tampak Salim Al Jufri dan Sohibul Iman.

“Pada malam ini baru saja pimpinan PAN, PKS dan Gerindra, memberikan kepercayaan pada saya dan Sandiaga Uno untuk maju sebagai pasangan capres -cawapres dalam pilpres 2019,” ujar Prabowo.

Prabowo pun menjelaskan, proses pembahasan untuk pembentukan koalisi dan penentuan capres-cawapres ini tidak lah mudah dan memerlukan pembicaraan beberapa kali putaran, dengan melibatkan banyak pihak.

“Koalisi yang dibangun Gerindra bersama PAN dan PKS, koalisi yang dibangun sejak lama. Dan kami solid dalam hal ini. Meski kewat pembicaraan yang alot, dengan berdialog dengan banyak pihak, tapi akhirnya malam ini tercapai kesepakatan untuk penentuan capres-capres yang di usung ini,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, dengan di terimanya Sandiaga Uno sebagai cawapres, maka yang bersangkutan merelakan untuk mundur dari posisinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.  Sandiaga juga akan merelakan melepaskan posisinya sebagai kader Gerindra sebagai syarat diterima dia dari  perwakilan independen.

“Pak Sandiaga juga  akan melepaskan posisi di  Gerindra. Padahal dia sudah lama merintis kariernya di Gerindra dari bawah. Tapi itu sebagai syarat di terimanya Sandi oleh parpol koalisi, dia pun mengiklaskannya,” ujarnya.

Sebelumnya  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memastikan jika Prabowo Subianto, akan menyambangi KPU setelah shalat Jumat besok. 

“Rencananya, Gerindra bersama partai koalisi akan mendaftarkan Prabowo dan calon wakil presidennya setelah shalat Jumat,” ujar Fadli Zon  seusai pertemuan di kediaman Prabowo, di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

Sebelumnya, pada Kamis siang, Jokowi menyampaikan akan mendaftarkan diri ke KPU pada pukul 09.00 WIB atau sebelum shalat Jumat. Jokowi juga meminta pendukungnya untuk tidak mengerahkan massa karena Indonesia masih dalam masa berkabung terkait peristiwa bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, Jokowi tidak mengerahkan massa juga untuk menghormati umat Islam yang akan menjalankan ibadah shalat Jumat. Setelah pendaftaran pun, rombongan Jokowi beserta cawapres dan pendukungnya akan melakukan shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. (jay)

Geisz: Mereka Ingin Meng-Anas-kan Anies

Sebelumnya

Rakyat Tidak Ingin Melengserkan Presiden, Rakyat Hanya Minta Jokowi Mengundurkan Diri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik