Dua Calhaj Nonkuota yang Terlantar Diurus Muassasah
Jamaah saat berada di Masjidil Haram. Foto: net
KOMENTAR

TILIK.ID, Mekkah- Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat menegaskan, dua calon haji nonkuota atau furoda berinisial M dan J yang sempat terlantar kini ditangani Muassasah Asia Tenggara.

Muassasah adalah yayasan nonstruktural Kerajaan Arab Saudi yang melayani jamaah haji dari suatu kawasan. Jamaah calon haji Indonesia dikelola oleh Muassasah Asia Tenggara.

"Mereka langsung diurus Muassasah Asia Tenggara," kata Arsyad kepada Media Center Haji di Mekkah, Rabu.

Sebelumnya, M dan J tiba di Bandara Jeddah dan nampak kebingungan setelah mengaku ditinggal kelompoknya yang sama-sama hendak menunaikan haji di luar kuota resmi Indonesia.

Baca Juga: Waduh, Dua Calon Haji Nonkuota Ditinggal Rombongan

Mengetahui ada calhaj terlantar membuat petugas haji di bandara membantu mereka dan menyerahkan mereka untuk diurus KJRI di Jeddah dan kemudian diurus Muassasah Asia Tenggara.

Mereka tetap diberangkatkan ke Mekkah bersama jamaah calon haji lain. Istilah haji furoda sendiri sejatinya bukan berhaji dengan cara ilegal tetapi statusnya di luar kuota resmi yang diberi Arab Saudi kepada Indonesia.

Kuota furoda statusnya khusus untuk orang-orang tertentu yang diberi Saudi. Kendati penggunaan kuota itu kadang diperjualbelikan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab sehingga terkadang jamaah terlantar di Tanah Suci.

Maka dari itu, Muassasah Asia Tenggara tetap membantu M dan J untuk bisa berhaji di Tanah Suci. Perlakuan akan berbeda terhadap calon haji ilegal sebagaimana terjadi pada 116 WNI yang mencoba peruntungan berhaji tapi menggunakan visa nonhaji baru-baru ini.

Sebanyak 116 calhaj itu telah dideportasi ke Indonesia setelah otoritas keamanan setempat menggerebek mereka di salah satu hotel di Arab Saudi.

Kendati haji furoda tidak melawan hukum di Saudi, Arsyad mengatakan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya melayani JCH Indonesia yang ada di dalam kuota sesuai peraturan yang berlaku. Jika ada persoalan yang menimpa jamaah furoda maka bukan kewenangan PPIH melainkan KJRI Jeddah.

Akan tetapi, kata dia, dua calhaj furoda M dan J itu sempat ditenangkan dan diberi makan para petugas haji atas alasan kemanusiaan.

"Kami tidak ada regulasinya mengurus mereka, ini dilakukan atas dasar kemanusiaan," katanya. (ap/ant/iwk)

Malam Ini Gempa 7.0 SR Guncang Lombok

Sebelumnya

Harga Hewan Kurban di Pamatangsiantar Naik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News