Legislator Ini Ingin BI Percepat Intervensi
Anggota DPR RI Siti Masrifah.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Anggota Badan Anggaran DPR Siti Masrifah menginginkan Bank Indonesia (BI) mempercepat intervensi agar pergerakan mata uang rupiah bisa lebih stabil.

“Mereka (BI) harus memiliki ‘timing’ (waktu) kebijakan yang tepat, cermat, dan cepat,” kata Siti di Jakarta, Senin.

Menurut dia, BI tidak bisa selalu berada di dalam pasar setiap waktu, sehingga harus dipastikan kecepatan pelemahan rupiah jangan sampai melebihi kecepatan intervensi yang diupayakan bank sentral tersebut.

Politisi PKB itu juga mengingatkan bahwa BI harus selalu siaga dan waspada dalam mengemban tugasnya terutama terkait dengan permasalahan lonjakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kesiagaan tersebut dinilai merupakan hal yang penting karena bila terjadi ketidakstabilan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS juga bisa berpotensi mengakibatkan lesunya pasar.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai penyelenggaraan Asian Games bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Asian Games ini sudah sesuai dengan strategi kita untuk membantu penguatan rupiah,” kata Bambang dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Minggu (29/7).

Bambang menjelaskan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Asia ini bisa meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Sebanyak 200 ribu wisatawan mancanegara ini diperkirakan hadir pada periode 18 Agustus hingga 2 September 2018 di dua kota penyelenggara, Jakarta dan Palembang.

Kedatangan turis asing ini, tambah Bambang, bisa menambah jumlah devisa yang bermanfaat untuk stabilisasi kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Kalau tidak berasal dari ekspor, ya dari pariwisata. Kita tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tapi juga mati-matian supaya dampak ekonominya maksimal,” ujarnya. (mrr/ant/lms)

Ekonom Waspadai Transisi Masif di Sektor Energi

Sebelumnya

Trend Meningkat, Produksi Migas Pertamina Capai 910 MBOEPD

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi