Ijtima Ulama Rekomendasikan Salim Segaf Aljufri dan Ustadz Abdul Somad
Forum Ijtima Ulama yang telah merekomendasikan dua nama sebagai cawapres Prabowo.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta-– Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) secara resmi ditutup pada Sabtu malam, 28 Juli 2018.

Penutupan dilakukan  setelah dilakukan rapat pleno yang dipimpin oleh KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i. 

Sebelum rapat pleno, peserta Ijtima dibagi menjadi empat komisi. Komisi Politik, Komisi Ekonomi,  Komisi Dakwah dan Komisi Lembaga dan Organisasi.

Komisi politik berhasil merumuskan kritera ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh umat Islam. Pejabat publik yang dimaksud adalah pejabat penyelanggara negara (eksekutif, legislatif, yudikatif, auxlary body) presiden/wapres, gubernur/wagub, bupati/wabup, walikota/wakil walikota, anggota DPR/DPRD dan pimpinan atau anggota lembaga negara lainnya. 

Sementara Komisi Dakwah menghasilkan tiga program dakwah khusus, yakni Gerakan Indonesia Shalat Subuh 
Berjamaah (GISS), Gerakan Anti Pemurtadan dan Pemberantasan Aliran Sesat. 

Komisi lembaga dan organisasi menghasilkan keputusan untuk membentuk Badan  Pekerja MPUI-I (Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia).

Sementara Komisi Ekonomi, menurut Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, menghasilkan delapan keputusan.

Untuk kepemimpinan nasional, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk  merekomendasikan, Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri dan Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto - Ust. Abdul Somad Batubara, Lc., MA sebagai calon Presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam  kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

“Keputusan terkait kepemimpinan nasional mengikat seluruh peserta ijtima untuk memberikan  dukungan kepada calon presiden yang direkomendasikan,” ujar Yusuf Martak di Jakarta,Minggu (29/7).

Selain itu, kata Yusuf Martak, Ijtima juga mewajibkan peserta ijtima untuk menyosialisasikan hasil rekomendasi ini ke seluruh umat Islam Indonesia, dan  menyatakan mandat kepada Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Habib Rizieq Syihab untuk mengambil keputusan atas dinamina yang berkembang dalam proses pemilihan presiden 2019.

Ijtima ini sebdiri diikuti oleh 600 ulama dan tokoh nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibuka oleh Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Habib Muhammad Rizieq Syihab pada Jumat malam, 27 Juli 2018. Hadir dalam pembukaan sejumlah ulama tokoh nasional dan lima pimpinan partai politik, 
yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Suharto). (jay)

Geisz: Mereka Ingin Meng-Anas-kan Anies

Sebelumnya

Rakyat Tidak Ingin Melengserkan Presiden, Rakyat Hanya Minta Jokowi Mengundurkan Diri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik