Jalan Sehat KFJS di Monas  Dimanfaatkan Berdiskusi
Lesehan usai jalan sehat KFJS Jakarta sambil diskusi beragam topik di Monas, Sabtu (21/7/2018). foto: dwiki setyawan/mn kahmi
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta— Komunitas jalan sehat alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bergabung dalam KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) Jakarta kembali jalan sehat di kawasan Monas, Sabtu pagi (21/7).

Ada sekitar 15-an pegiat KFJS Jakarta ambil bagian dalam aktivitas rutin para alumni HMI ini. Tampak antara lain pendiri KFJS Afni Achmad, Ade Adam Noch, Sofhian Mile, Darul Siska, Asnawi Hamid, Geisz Chalifah, Jabir Mawardi, Abdullah Hafid, Agus Salim, Dwiki Setyawan, Ahmad Yani, Jumrana Salikki, Ola Dhifla Wiyani, Kasma Kasim, Nini, Yusnaini Asnam, Hilma, dan lainnya. 

Jalan sehat Sabtu merupakan agenda rutin yang terbuka bagi seluruh alumni HMI yang berdomisili di Jakarta atau alumni HMI yang kebetulan berada di Jakarta serta anggota KFJS daerah lain yang berada di Jakarta.

“Setiap hari Sabtu memang agenda jalan sehat kita di Monas ini. Kalau hari lain kita ambil lokasi di Taman Margasatwa Ragunan,” kata Afni Achmad, pendiri KFJS Jakarta usai jalan sehat, Sabtu pagi (21/7/2018).  

Selain itu, kata mantan anggota DPR dua periode ini, ada juga agenda jalan sehat di lokasi tertentu di luar kota. “Misalnya di Kebun Raya Bogor, Bandung, Kebun Raya Cibodas, atau di lokasi wisata luar kota yang disepakati,” katanya. 

Pada jalan sehat Sabtu di Monas ini, selain jalan sehat, juga dilanjutkan diskusi kecil-kecilan. Tema diskusi macam-macam, gado-gado. Ada kesehatan, hukum, ekonomi dan pemerintahan, dan politik. 

Yang menarik saat topik politik. Banyak aspirasi, pandangan dan pendapat, terutama terkait  capres dan cawapres 2019. 

Menurut Sofhian Mile, jika hanya dua calon, katakanlah hanya  Jokowi dan Prabowo, maka apa bedanya dengan Pilpres 2014 yang lalu? “Ibaratnya Pilpres 2014 jilid 2,” kata mantan anggota DPR tiga periode ini. 

Atas dasar itu, Ichsan Machyudin berharap ada 3 kubu, atau terbentuk poros baru lagi, yakni poros ketiga. Menurutnya perlu ada dorongan agar MK mengabulkan gugatan yang diajukan oleh sejumlah pengamat, pakar dan praktisi agar presidential threshold 20 persen ditiadakan. 

Afni Achmad setuju mendorong parpol agar bisa terjadi 3 kubu, selain berharap MK meniadakan preshold 20 persen itu. “Pilpres 2019 ini memang harus banyak alternatif pilihan, agar rakyat tidak terpaku pada dua nama itu saja, jangan sampai 4L, lu lagi lu lagi,” katanya. 

Sofhian Mile mengatakan, pendaftaran capres tinggal 2 minggu lagi. Parpol sudah pada gerilya dan bermanuver. “Jika ingin 3 poros, maka dorongan itu harus dilakukan ke parpol dan ke MK,” katanya. (lms)

Jalan Sehat KFJS Jakarta Edisi Sabtu Ini Pindah ke Ragunan Zoo

Sebelumnya

Gelar Tikar Usai Jalan Sehat KFJS Jakarta di Monas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gaya Hidup