Zulhas: Hati-hati, Pelemahan Rupiah Bahayakan Kondisi Bangsa
Ketua MPR Zulkifli Hasan (foto: Jay/TILIK.ID)
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta--Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengaku kawatir dengan kondisi rupiah yang  terus lemah terhadap nilai tukar USD. "Yang kami kawatirkan, rupiah kita terus melemah. Tadi siang saya dengar posisi rupiah  berada pada sekitar Rp 14.400 terhadap USD," ujar Zulkifi Hasan (Zulhas)  dalam acara silaturahmi syawal 1439 H Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII)  'Perkuat Ukhwah dan Perkuat NKRI',  di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Ketua Umum  PAN ini pun kembali mengingatkan, pelemahan rupiah ini bisa membahayakan kondisi bangsa, terutama pada kelanjutan pembangunan. Terlebih Indonesia mempunyai utang yang lumayan besar. Sehingga setiap tahunnya saja harus membayar cicilan utangnya sekitar Rp 400 triliun pertahun. Kondisi ini jelas potensi memberatkan APBN.

"Jadi hanya untuk membayar cicilan utang saja sudah Rp 400 triliun pertahunnya. Hati-hati ini. Kalau naik lagi ini, akibat rupiah melemah, kita bisa bayar cicilan  utang dua kali lipatnya. Sehingga bisa- bisa kita untuk bayar utangnya bisa Rp 1000 triliun, bayar bunga dan cicilannya," ujar Zulhas.

Ia  berharap agar team ekonomi pemerintahan sekarang ini bekerja serius dan sungguh-sungguh untuk menguatkan rupiah kembali dan menyelamatkan ekonomi nasional.

"Jadi hati-hati ya. Saya berharap betul-betul terhadap pemerintah dan BI,  agar pelemahan rupiah ini dapat di atasi segera. Semakin melemah rupiah kita, maka semakin miskin perekonomian kita," ujarnya.

Sementara untuk menguatkan rupiah ini, Bank Indonesia pun  menggencarkan intervensi ganda untuk menghadapi tekanan dolar AS. Nilai tukar rupiah diketahui terus melemah terhadap dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut pun telah dibahas dalam rapat koordinasi Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Kementerian Keuangan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, salah satu isu yang dibahas adalah menjaga stabilitas moneter dalam jangka pendek. Hal itu termasuk nilai tukar rupiah masih terus menghadapi tekanan dolar AS. 

Perry pun memastikan akan terus berada di pasar untuk melakukan intervensi ganda yakni hadir di pasar valuta asing dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.( jay)
 

40 Perusahaan Myanmar Tertarik Berbisnis di Indonesia

Sebelumnya

Perekonomian Semarang Tak Terpengaruh Fluktuasi Rupiah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi