Inilah Postur RAPBN 2019 Menurut Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani. Foto: jay waluyo/TILIK.ID
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta- Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2019, dalam sidang Paripurna DPR RI, Kamis (12/7/2018).

Asumsi makro 2019 ini sebelumnya telah melalui pembahasan yang mendalam dalam raker Banggar DPR dengan Pemerintah pada Rabu kemarin.

Adapun asumsi makro dalam RAPBN 2019 yang telah disepati DPR dan Pemerintah adalah target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2-5,6 persen. Inflasi 2,5-4,5 persen. Nilai tukar rupiah Rp 13.700-Rp 14.000. Tingkat bunga SPN 3 bulan 4,6-5,2 persen. Harga minyak mentah Indonesia 60-70 dollar AS per barrel. Lifting minyak bumi 722-805 ribu barrel per hari. Dan lifting gas bumi 1.210-1.300 ribu barrel setara minyak per hari.

Sementara dalam target pembangunan tahun depan, disepakati tingkat pengangguran pada kisaran 4,8-5,2 persen. Angka kemiskinan 8,5-9,5 persen. GIni rasio 0,38-0,39. Dan indeks pembangunan manusia 71,98.

Dalam postur RAPBN 2019 ini, DPR memberi catatan, terhadap hal- hal yang perlu di perhatikan dan di perjuangkan oleh  Pemerintah, dalam proyeksi pembangunan tahun depan.

Antara lain terkait program anggaran pendidikan dan perencanaan penggunaan anggaran pendidikan. Termasuk penggunaan kurikulum. Serta terksit masalah infrastruktur, transfer ke daerah termasuk dana desa.

Sri Mulyani menjelaskan, bahwa dalam postur RAPBN 2019 ini,  Pemerintah juga  akan memperhatikan terkait asumsi makro, pertumbuhan, inflasi, nilai tukar, harga minyak, produksi minyak dan gas itu akan dijadikan patokan untuk menyusun APBN yang angkanya tidak dalam range, tapi satu angka pasti.

" Masukan dan catatan dari DPR ini akan kami masukkan ke dalam desain dan nota keuangan. Kemudian, mengenai range defisit yang disampaikan antara 1,6-1,9 yang ada implikasinya terhadap primary balance dan jumlah surat utang atau pembiayaan yang akan kami lakukan, itu juga dimasukkan di dalam rancangan 2019," ujar Sri Mulyani di kompleks Parlemen Senayan Jakarta.(jay/iwk)

Kemenhub Serahkan Bandara Belitung ke AP II

Sebelumnya

Presiden : Tidak Ada Lagi Penerimaan Pegawai Honorer

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional