Jokowi: Cawapres Sudah Ada, Tinggal Diumumkan
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta--Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Presiden 2019. "Sudah ada tinggal diumumin," kata Presiden Jokowi usai menutup Rembug Nasional Aktivis 98 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu (7/7/2018). 

 Jokowi menyebutkan pada saat yang tepat nanti akan diumumkan nama cawapres yang akan mendampinginya  "Tunggu. Ini kan tinggal nunggu berapa hari, masa nggak sabar," katanya.  Sementara itu menanggapi pencapresan Anies Baswedan, Jokowi mengatakan semakin banyak pilihan akan semakin baik.  "Saya kira semakin banyak pilihan pilihan yang disodorkan saya kira sangat bagus. Siapapun, sangat bagus," katanya. 

Pada Februari 2018, secara resmi PDIP mengusung Joko Widodo sebagai calon Presiden RI Periode 2019-2024 meskipun sejumlah partai politik sebelumnya telah secara jelas menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk Pilpres 2019.

Deklarasi pengusungan Jokowi sebagai Capres Pilpres 2019 berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Hotel Grand Inna Beach Sanur Bali pada 23 Februari 2018. Untuk Pilpres 2019, nama Jokowi sampai saat ini telah diusung delapan partai politik, yaitu Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Berikutnya berturut-turut diikuti Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

 Komisi Pemilihan Umum akan membuka pendaftaran pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 pada 4 hingga 10 Agustus 2018. Penetapan capres dan cawapres Pilpres 2019 akan dilakukan pada 20 September 2018. Tiga hari kemudian atau mulai 23 September 2018 akan digelar kampanye Pileg dan Pilpres 2019. (gus/ant/imf).
 

Di Hadapan Alumni Mesir, Prabowo Ungkap Kondisi Ekonomi Bangsa

Sebelumnya

Sandi Prioritaskan Revitalisasi Pasar Tradisional

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik